Menkeu Tegaskan Peran Penting Perempuan dalam Perekonomian Nasional
Jakarta, Nawacita | Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pentingnya peran perempuan saat ini sebagai penopang perekonomian nasional dalam arahannya pada Peringatan Hari Kartini Kementerian Keuangan Tahun 2026 yang mengusung tema “Perempuan Hebat, Indonesia Kuat”.
Menkeu mengawali sambutannya dengan refleksi sederhana mengenai peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.
“Kalau di kehidupan berumah tangga, siapa yang paling tahu soal anggaran? Siapa juga yang paling disiplin jaga belanja? Jawabannya hampir pasti ibu,” ujar Menkeu.
Menkeu menambahkan bahwa perempuan sejatinya telah lama menjadi “Menteri Keuangan” di level paling dasar melalui praktik nyata dalam keluarga.
Baca Juga: Menkeu Perkuat Kepercayaan Global terhadap Fundamental Ekonomi Indonesia di Washington DC
Menkeu juga mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Hari Kartini secara lebih mendalam.
“Kartini tidak hanya soal emansipasi, Kartini bicara soal kesempatan. Kesempatan untuk berpikir, kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berperan. Dan pesan beliau yang sangat jelas adalah, kalau perempuan tertinggal, bangsa tidak akan maju,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menkeu menggarisbawahi kontribusi perempuan dalam perekonomian nasional melalui sektor UMKM. Dengan lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari UMKM yang menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, mayoritas pelakunya adalah perempuan.
“Artinya jelas, perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, perempuan adalah penopang ekonomi,” imbuhnya.
Menkeu juga menyoroti peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor keuangan, termasuk dalam investasi. Ia mengungkapkan bahwa jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel telah melampaui 500 ribu orang, dengan sekitar 9 persen di antaranya merupakan ibu rumah tangga.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Temui Investor Potensial di AS, Paparkan Kekuatan Ekonomi Indonesia
“Ini adalah bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, dia melindungi keluarga dari risiko. Dia menciptakan masa depan yang lebih pasti,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Menkeu juga memberikan apresiasi kepada satuan kerja yang menerima penghargaan kantor ramah lingkungan (eco-office) sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi dan keberlanjutan lingkungan kerja. Penghargaan tersebut mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung praktik kerja yang lebih berkelanjutan.
Menutup arahannya, Menkeu menekankan bahwa kekuatan ekonomi nasional berakar dari kekuatan ekonomi keluarga. Menkeu menyampaikan optimisme terhadap peran perempuan Indonesia dalam memperkuat bangsa.
“Saya percaya perempuan hebat untuk Indonesia kuat,” pungkasnya. kmnkeu

