Thursday, April 23, 2026

Besarnya SILPA Kota Pasuruan Disorot, Aktivis Minta Evaluasi Penyerapan Anggaran

Besarnya SILPA Kota Pasuruan Disorot, Aktivis Minta Evaluasi Penyerapan Anggaran

Nawacita, Pasuruan — Besarnya angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Pasuruan tahun anggaran 2025 menjadi sorotan sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat. Wakil Gubernur LSM LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya, bersama tokoh pemuda Zainul, menilai tingginya SILPA menunjukkan perlunya evaluasi terhadap efektivitas penyerapan anggaran daerah.

Berdasarkan data yang disampaikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pasuruan disebut mencapai Rp219,21 miliar. Namun, pada saat yang sama terdapat SILPA sebesar Rp95,37 miliar yang belum terserap dalam pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik.

Menurut Ayi, besarnya dana yang tersisa perlu menjadi perhatian pemerintah daerah karena dapat memunculkan pertanyaan publik mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan anggaran.

“Dana sebesar itu seharusnya dapat dimaksimalkan untuk mendukung program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketika anggaran tidak terserap optimal, publik tentu mempertanyakan efektivitas kebijakan pemerintah daerah,” ujar Ayi, Rabu 22 April 2026.

Baca Juga: Audiensi MBG di DPRD Pasuruan, Forum Suropati Kutho Kecewa Satgas Tak Hadir

Ia juga meminta adanya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran pemerintah.

Selain menyoroti persoalan SILPA, Ayi menilai anggaran yang belum terserap semestinya dapat diarahkan untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat, termasuk dukungan bagi pelaku UMKM, bantuan sosial, layanan kesehatan, dan sektor pendidikan.

Ia juga menyinggung kondisi sosial yang masih dihadapi Kota Pasuruan, seperti angka pengangguran dan kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, anggaran daerah perlu difokuskan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap warga.

Di sisi lain, Ayi menyoroti aspirasi terkait bonus atlet berprestasi yang disebut belum terealisasi secara penuh. Ia meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Baca Juga: Distribusi LPG 3 Kg di Kota Pasuruan Berangsur Normal, Hiswana Migas Imbau Warga Tetap Tenang

“Prestasi atlet daerah perlu mendapat perhatian serius. Mereka membawa nama baik daerah, sehingga penghargaan yang dijanjikan harus dijalankan secara transparan,” katanya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Wali Kota Pasuruan menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di luar kegiatan dinas. Ia meminta konfirmasi lebih lanjut terkait data SILPA dan pembahasan anggaran dilakukan kepada instansi teknis yang menangani.

“Sy kegiatan di luar, konfirm ke BPKA atau tim anggaran saja,” tulis Wali Kota Pasuruan dalam pesan singkat.

Pernyataan tersebut merujuk pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang memiliki kewenangan dalam penyusunan dan pengelolaan anggaran daerah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak BPKA maupun tim anggaran Pemerintah Kota Pasuruan terkait alasan tingginya SILPA tahun anggaran 2025.

Penulis : Rahmat

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru