Tuesday, May 12, 2026

Kedai Biji Rakyat Bandung: Ruang Egaliter yang Melawan Arus Konsumerisme Lewat Secangkir Kopi

Bandung, Nawacita.co – Di tengah sesaknya kedai kopi atau kafe di Kota Bandung yang cenderung menunjukkan sisi glamor yang elegan, ada satu kedai kopi yang ternyata memilih jalan berbeda-beda dengan mengedepankan rasa dan filosofis berarti bagi pelanggannya.
Salah satunya adalah Biji Rakyat Kopi, sebuah kedai kopi yang berdiri di sudut Kota Bandung itu bukan hanya sekedar tempat menyesap kafein. Dari secangkir kopi yang disajikan, mereka menjelma menjadi ruang literasi, diskusi, dan pengingat akan panjangnya rantai distribusi yang sering dilupakan konsumen.
Rafi Pratista (32), seorang Konsultan Geologi yang memilih jalan sebagai barista sekaligus owner dari Biji Rakyat Kopi menjelaskan, nama “Biji Rakyat” sendiri lahir dari sebuah filosofi mendalam tentang apresiasi.
Ia mengungkapkan bahwa setiap gelas kopi yang sampai ke tangan pelanggan merupakan hasil kerja keras banyak orang, mulai dari petani, pendistribusi, hingga barista.
Hal itu yang ingin disampaikan Biji Rakyat sebagai pesan kepada pelanggan agar tetap mengapresiasi setiap hal-hal kecil termasuk secangkir kopi yang ia minum.
Apalagi, nuansa pesan itu didukung dengan hawa literasi dan edukasi yang cukup terasa. Seperti dari pajangan berbagai buku yang hadir menyapa pelanggan saat masuk, majalah Tempo yang mengangkat isu terkini, hingga poster-poster bernada pergerakan.
Rafi mengatakan hal ini bukan sebagai bentuk penyebaran ideologi, melainkan upaya memberikan ruang informasi.
“Konsepnya memberi ruang dulu aja terhadap keberadaannya, supaya memberi ruang bahwa kita itu sebenarnya bisa berbagi informasi. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa di dalam kehidupan ada hal besar yang memengaruhi kita sehari-hari,” ungkap Rafi kepada Nawacita.co, Rabu, (31/12/2026).
Ia menjelaskan, pesan “apresiasi” dipilih sebagai karakter dari Biji Rakyat Kopi karena banyaknya perilaku konsumerisme yang membuat orang sering lupa menghargai apa yang mereka konsumsi.
“Barang itu sampai melalui tangan banyak sekali orang. Petaninya berapa orang, distribusinya siapa. Kami ingin pelanggan mengapresiasi itu,” katanya.
Kedai Biji Kopi
Kedai Biji Kopi Bandung. (Foto: Niko/Nawacita.co).
Selain itu, kedai ini juga turut mengusung narasi dan kesan rakyat yang cenderung egaliter di mana semua orang bisa mendapatkan hak dan sesuatu yang sama.
Hal itu tercermin dari keterbukaan fasilitas di Biji Rakyat Kopi. Seperti Wi-Fi yang dibiarkan terbuka tanpa password dan meja-meja di kedai ini dirancang khusus agar ideal bagi siapa saja yang ingin membuka laptop dan bekerja, lengkap dengan penyediaan colokan listrik yang melimpah di setiap sudut.
Secara tidak langsung, konsep egaliter yang diusung itu justru menjadi ciri khas atau keunikan dari Biji Rakyat Kopi yang disukai para pelanggannya.
“Rakyat sudah cukup sulit, tidak usah dikasih satu tahap tambahan (proses input password),” tutur Rafi.
Bagi pelanggan lama, mungkin Biji Rakyat masih dikenal sebagai kedai pinggir jalan di Jalan Supratman Nomor 90. Dan kini, di lokasi baru, Rafi yang merupakan lulusan Geologi Unpad ini berusaha menjaga vibe yang sama, homi dan terasa seperti ruang tamu rumah sendiri.
Menariknya, bisnis ini ternyata didirikan oleh tiga kawan SMA selepas kuliah. Rafi yang sebelumnya bekerja sebagai konsultan geologi, menyisihkan tabungan dari proyek-proyek lapangannya untuk membangun mimpi ini bersama dua rekannya yang memiliki latar belakang finansial dan pengalaman di dunia kopi.
Di balik idealisme tersebut, Biji Rakyat juga menghadapi tantangan nyata dunia bisnis, terutama soal harga sewa lahan yang terus melonjak.
Bagi Anda yang mencari suasana ngopi yang jujur, tanpa sekat, dan penuh makna filosofis, Biji Rakyat adalah destinasi yang tepat di Bandung.
Di sini, Anda diajak untuk berhenti sejenak, membaca, dan menghargai setiap tetes kopi sebagai hasil jerih payah rakyat.
Reporter : Niko Prayoga
- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru