Data BPS: Diskon Listrik PLN Pengaruhi Deflasi Nasional
Jakarta, Nawacita – Potongan harga tarif tagihan listrik yang dibuat oleh PLN selama bulan Januari hingga Februari tersebut berpengaruh dalam Deflasi di Indonesia secara merata.
Potongan tarif mencapai 50 persen tersebut dikhususkan pada rumah tangga dan UMKM yang memiliki daya wath yang telah ditentukan oleh PLN.
Data tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia A. Widyasanti, bahwa tingkat deflasi tahun kalender per Januari 2025 sebesar 1,24 persen. Penyumbang deflasi utama pada Februari ini berasal kelompok perumahan, air, listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.

“Hal tersebut dikarenakan adanya diskon tarif listrik yang memberikan andil deflasi sebesar 0,67 persen,” ucap Amalia pada siaran langsung channel youtube BPS, Senin (3/3/2025).
Secara bulanan, Amalia menyampaikan deflasi yang terjadi pada Februari 2025 sebesar 0,48 persen utamanya didorong oleh deflasi komponen harga yang diatur pemerintah.
Amalia menegaskan kembali bahwa komoditas yang dominan memberikan andil deflasi diatur pemerintah adalah tarif listrik karena adanya diskon tarif listrik yang masih berlangsung di Februari 2025. (Al)

