Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Negara Penghasil Uranium Terbesar
Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
top banner

Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

JAKARTA, Nawacita – Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia, Uranium saat ini menjadi mineral radioaktif yang cukup strategis untuk dikembangkan. Mengingat, mineral tersebut dapat digunakan sebagai material pendukung energi baru berupa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Lantas, negara mana saja yang menjadi penghasil uranium terbesar di dunia? Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan, Australia saat ini tercatat menempati urutan pertama sebagai negara terbesar pemilik cadangan uranium.

Negeri kanguru tersebut diketahui memiliki sekitar 29% cadangan uranium di dunia. Kemudian, pemilik cadangan uranium terbesar lainnya ditempati oleh Kazakhstan dengan rincian 13%, Rusia dan Kanada 9%, lalu Afrika Selatan sebesar 6%.

“Dan hampir sekitar 5% tersebar di China, Namibia, Nigeria. Namun dari sisi produksi uranium, Australia, Kanada dan Kazakhstan menjadi tiga negara produsen uranium terbesar dunia. Dari tiga isotop uranium di alam yaitu U-234, U-238 dan hampir 99 persen cadangan sebagai uranium U-238,” kata Singgih kepada media, Jumat (16/12/2022).

Sementara itu, untuk Indonesia sendiri diyakini memiliki cadangan uranium sebatas 5% dari cadangan dunia. Adapun cadangan uranium yang dimiliki RI tersebar di Kalimantan Barat, Papua, Bangka Belitung, Sulawesi, dan Pulau Singkep.

Baca Juga: Tambang Emas Terbesar di Jawa Timur, Milik Siapa?

Menteri ESDM Dukung Pengembangan PLTN di Indonesia

“Namun berdasarkan penelitian terakhir di Kalimantan Timur dan Sumatera Barat juga diketahui memiliki cadangan uranium,” ungkap Singgih. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyampaikan, bahwa untuk mendukung pelaksanaan pengembangan PLTN di Indonesia, saat ini Indonesia memiliki potensi tambang uranium yang cukup besar atau saat ini diperkirakan mencapai 90 ribu ton.

Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia
Negara Penghasil Uranium Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

“90 ribu ton itu bisa membangun kurang lebih 12 Giga Watt (GW) PLTN selama 30 tahun,” ungkap Arifin dikutip media saat berbincang dengan Badan Legislatif (Baleg) DPR. Selain uranium, Indonesia juga memiliki ‘harta karun’ thorium yang bejibun. Jumlahnya mencapai 140 ribu ton yang berasal dari limbah buangan timah.

Dengan potensi Thorium itu, kata Arifin Tasrif, Indonesia bisa mengembangkan PLTN dengan kapasitas 548 GW untuk masa 30 tahun. Atas potensi ‘Harta Karun’ tambang yang dimiliki Indonesia itu, Kementerian ESDM sudah membangun kerja sama dalam persiapan pembangunan pembangkit tenaga nuklir.

Kerja sama itu dilakukan dengan International Atomic Energy Agency atau Badan Tenaga Atom Internasional. Arifin menyatakan, untuk kesiapan pembangkit nuklir di Indonesia, ada 19 butir infrastruktur yang harus dipenuhi oleh Indonesia dalam mengambil keputusan untuk mengembangkan pembangkit itu.

“Ada 19 butir infrastruktur fase 1 yang harus dipenuhi. Saat ini 16 butir dinyatakan masuk ke tahap dua. Utamanya persiapan pelaksanaan konstruksi PLTN,” ungkap Arifin.

Sementara untuk tiga butir kesepakatan yang lainnya, kata Arifin Tasrif, belum siap menuju ke fase dua. Diantara ketiga butir itu adalah, posisi nasional akan pembangkit tenaga nuklir, kemudian terbentuknya tim manajemen dan keterlibatan pemangku kepentingan.

“Ini yang harus kita siapkan. Sedangkan saat ini Kementerian ESDM tengah menyiapkan Keputusan Menteri (Kepmen) tentang itu,” ungkap Arifin Tasrif.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberi restu kepada pengusaha yang ingin menambang bahan baku nuklir di Indonesia. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 Tahun 2022 tentang Keselamatan dan Keamanan Pertambangan Bahan Galian Nuklir.

Aturan tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 12 Desember 2022. Peraturan Pemerintah ini berlaku sejak tanggal diundangkan, 12 Desember 2022.

Dalam Pasal 6 dijelaskan bahwa pertambangan bahan galian nuklir dikelompokkan dalam tiga jenis, yakni pertambangan mineral radioaktif, pengolahan mineral ikutan radioaktif, dan penyimpanan mineral ikutan radioaktif.

Lantas, bahan baku nuklir apa saja yang bisa ditambang di RI?

Dalam Pasal 1 disebutkan bahwa mineral radioaktif adalah mineral sebagai bahan dasar untuk pembuatan bahan bakar nuklir yang dihasilkan sebagai produk utama dari kegiatan pertambangan bahan galian nuklir.

Sementara, mineral ikutan radioaktif adalah mineral ikutan dengan konsentrasi aktivitas paling sedikit 1 Bq/g (satu becquerel per gram) pada salah satu unsur radioaktif anggota deret uranium dan thorium atau 10 Bq/g (sepuluh becquerel per gram) pada unsur kalium yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, serta industri lain.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here