Polri Siagakan 1.128 Personel Amankan Rute KTT ASEAN

Polri Siagakan 1.128 Personel
Polri Siagakan 1.128 Personel Amankan Rute KTT ASEAN
top banner

Polri Siagakan 1.128 Personel Amankan Rute KTT ASEAN

JAKARTA, Nawacita – Polri Siagakan 1.128 Personel Amankan Rute KTT ASEAN, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 1.128 personel untuk pengamanan rute Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN.

Para personel tersebut disiagakan untuk mengamankan skema rekayasa lalu lintas di beberapa titik di Jalan Jenderal Sudirman yang menuju Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta.

Secara total, ada 1.679 personel yang dilibatkan untuk mengamankan event yang digelar di Jakarta pada 5-7 September 2023.

“Untuk pengamanan rute sebanyak 1.128 personel, 300 personel untuk pengamanan parkir dan 251 personel untuk pengawalan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, Senin (4/9/2023).

Baca Juga: Tinjau Kesiapan JCC Senayan Venue KTT ASEAN, Jokowi: Sudah 99,9 Persen

Terapkan Sistem Buka-Tutup

Ia menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan berupa buka-tutup jalur di sejumlah ruas jalan yang dilalui para delegasi ke sejumlah tempat. Adapun rekayasa lalu lintas dilakukan secara sementara sesuai dengan jadwal kedatangan delegasi atau kepala negara peserta KTT.

Polri Siagakan 1.128 Personel
Polri Siagakan 1.128 Personel Amankan Rute KTT ASEAN.

Salah satu penerapan sistem buka-tutup diberlakukan pukul 07.45 WIB di Jalan Jenderal Sudirman, depan Jalan Pintu Gelora Bung Karno, ketika ada sejumlah kendaraan dari delegasi negara Kamboja melintas.

Selain itu, rekayasa juga diterapkan di Simpang Susun Semanggi sekitar pukul 08.30 WIB ketika kendaraan dari Jalan Gatot Subroto yang menuju utara melalui Jalan Sudirman dihentikan sementara karena ada delegasi negara peserta KTT. Rekayasa lalu lintas ini juga terjadi pada jam sibuk saat masyarakat berangkat kerja.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga telah meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberlakukan pembatasan pergerakan kendaraan besar dan dibarengi dengan kebijakan work from home (WFH).

“Kami juga mengusulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta untuk mengganti proses belajar mengajar sekolah yang ada di sekitar venue KTT ASEAN untuk dilakukan secara daring,” jelas Sandi.

Tak hanya itu, Sandi menjelaskan bahwa 1.679 personel yang dikerahkan turut ditugaskan untuk membantu kerja Paspampres dalam mengamankan mobilitas para delegasi KTT ASEAN, mulai dari tiba di bandara, ke tempat akomodasi, hingga venue yang akan didatangi para delegasi.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here