Vietnam Resmi Gabung dalam Konektivitas Pembayaran ASEAN

State Bank of Vietnam (SBV) sepakat untuk bergabung dalam kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN. SBV menandatangani amandemen nota kesepahaman di sela-sela Pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN ke-10, Jakarta (25/8/2023).
State Bank of Vietnam (SBV) sepakat untuk bergabung dalam kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN. SBV menandatangani amandemen nota kesepahaman di sela-sela Pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN ke-10, Jakarta (25/8/2023).
top banner

Vietnam Resmi Gabung dalam Konektivitas Pembayaran ASEAN

Jakarta, Nawacita | Vietnam akhirnya gabung dalam kerja sama konektivitas pembayaran kawasan ASEAN atau regional payment connectivity. Sebelumnya pada November 2022 sudah ada lima negara yang melakukan kerja sama regional payment connectivity, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

“Vietnam siap bergabung dengan konektivitas pembayaran ASEAN. Intinya, semua negara ASEAN akan menjadi bagian dari konektivitas pembayaran ini, tetapi implementasinya akan berlangsung secara bertahap, tergantung dengan kesiapan dari negara tersebut,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam acara seremoni penandatanganan nota kesepahaman regional payment connectivity, di sela-sela pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN ke-10, di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Deputi Gubernur State Bank of Vietnam (SBV), Pham Thanh Ha menyampaikan, SBV merasa terhormat dapat bergabung sebagai partisipan baru konektivitas pembayaran kawasan.

State Bank of Vietnam (SBV) sepakat untuk bergabung dalam kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN. SBV menandatangani amandemen nota kesepahaman di sela-sela Pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN ke-10, Jakarta (25/8/2023).
State Bank of Vietnam (SBV) sepakat untuk bergabung dalam kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan ASEAN. SBV menandatangani amandemen nota kesepahaman di sela-sela Pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN ke-10, Jakarta (25/8/2023).

“SBV menantikan koordinasi yang erat antara semua pihak untuk mendorong pembayaran lintas negara yang lebih cepat, lebih murah, lebih transparan, dan inklusif,” kata Pham Thanh Ha.

Direktur Departemen Internasional BI, Iss Savitri Hafid dalam kesempatan sebelumnya menyampaikan, negara-negara yang sudah bergabung dalam kesepakatan tersebut nantinya akan membuat peta jalan (roadmap) implementasi regional payment connectivity.

Kesepakatan negara yang sudah menjalankan regional payment connectivity berisi tentang implementasi penggunaan quick response code (QR Code), fast payment, real time gross settlement (RTGS), open application programming interface (API), dan kerja sama terkait data framework.

Baca Juga: Buka ASEAN IIDC, Presiden Jokowi: ASEAN Harus Jadi Teladan Toleransi dan Persatuan

“Kita mulai dari QRIS dan ini sifatnya bilateral. Indonesia sudah melakukannya dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura yang sedang pilot project. Mudah-mudahan tahun ini efektif dijalankan pada komersial level,” ujarnya.

Iss menambahkan, penyelenggaraan konektivitas pembayaran lintas batas juga berfungsi untuk mendukung dan memfasilitasi perdagangan lintas batas, investasi, pendalaman keuangan, pengiriman uang, pariwisata, dan kegiatan ekonomi lainnya, serta ekosistem keuangan yang lebih inklusif di kawasan. Hal ini bermanfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena akan memfasilitasi partisipasi UMKM di pasar internasional.

Bergabungnya SBV dalam kerja sama regional payment connectivity merupakan upaya perluasan dari nota kesepahaman konektivitas pembayaran kawasan yang ditandatangani oleh BI, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Bank of Thailand (BOT), Monetary Authority of Singapore (MAS), dan Bank Negara Malaysia (BNM) dalam rangkaian acara Leaders Summit 14 November 2022 di Bali. brtst

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here