6 Kebiasaan Buruk yang Sebabkan Susah Buang Air Besar

ilustrasi
ilustrasi
top banner

6 Kebiasaan Buruk yang Sebabkan Susah Buang Air Besar

Jakarta, Nawacita | Kebiasaan buruk yang sebabkan susah buang air besar. Berurusan dengan sembelit bisa sangat tidak nyaman. Menurut Cleveland Clinic yang berbasis di Cleveland, Ohio, sembelit dapat muncul saat Anda buang air besar lebih jarang, sulit bagi Anda untuk benar-benar pergi ke kamar mandi, dan feses Anda menjadi kering, dan konsistensi keras.

Dilansir laman Eat This, Not That, Jumat (28/4/2023), Cleveland Clinic menjelaskan sembelit dapat memengaruhi individu dari segala usia, tetapi beberapa kelompok orang memiliki peluang lebih besar untuk menghadapinya secara lebih teratur.

Ini termasuk orang tua yang kurang berolahraga dan mengalami penurunan kekuatan dengan kontraksi otot mereka di dekat saluran pencernaan. Selain itu, wanita prenatal dan postnatal yang menghadapi perubahan hormonal cenderung mengalami sembelit.

Spesialis pencegahan perawatan primer dan endokrinologi, Deena Adimoolam menguraikan beberapa kebiasaan gaya hidup terburuk yang membuat Anda sembelit. Berikut ini enam kebiasaan yang membuat seseorang sembelit:

1. Tidak memiliki jadwal buang air besar

Adimoolam merekomendasikan untuk menjadwalkan buang air besar pertama kali saat Anda bangun, setelah sarapan, atau lainnya. Seharusnya pada waktu yang sama setiap hari, maka tetapkan “jadwal”.

ilustrasi
ilustrasi

Menurut UNC Center for Functional GI & Motility Disorders, jadwal buang air besar berarti menetapkan waktu tanpa gangguan setiap hari untuk berada di toilet selama sekitar 15 menit.

2. Terlalu stres

Menurut American Institute of Stress, Anda mungkin masuk ke dalam kebiasaan buruk stres makan, membuat pilihan makanan yang tidak sehat, tidak banyak berolahraga, dan tidak menjaga asupan air Anda. Semua kebiasaan ini bisa membuat Anda sembelit. Adimoolam menyarankan untuk membatasi stres dan menemukan rutinitas yang menenangkan yang benar-benar membantu Anda menghilangkan stres.

3. Tidak minum cukup air

WebMD melaporkan penyebab yang sangat umum di balik sembelit kronis adalah dehidrasi. Ketika tubuh tidak memiliki cukup air, usus besar Anda akan menyerap air yang ada di sisa makanan. Ini menghasilkan feses dengan konsistensi keras yang sulit dihilangkan. Andimoolam merekomendasikan untuk mengonsumsi air putih minimal enam gelas.

4. Tidak cukup mengonsumsi buah dan sayuran segar

Mayo Clinic menjelaskan serat makanan khususnya yang akan Anda temukan dalam biji-bijian, polong-polongan, buah-buahan, dan sayuran, dapat meredakan sembelit atau membantu Anda menghindarinya sama sekali.

Cobalah untuk memiliki setidaknya dua porsi buah (dengan kulitnya untuk menambah asupan serat Anda) dan setidaknya dua porsi sayuran (juga dengan kulitnya) setiap hari, saran Adimoolam. Kemudian, tentu saja, penting untuk minum cukup air saat Anda menjalani diet tinggi serat.

5. Punya kebiasaan tidur buruk

Sebuah studi observasional yang diterbitkan di Frontiers in Neurology menunjukkan efek kontras dari “durasi tidur yang tidak sehat” pada konstipasi pada wanita dan pria. Penelitian mengungkapkan, pria berisiko lebih besar menderita sembelit jika mereka tidur terlalu sedikit (lima hingga enam jam), dan wanita yang tidak terlalu banyak (lebih dari sembilan jam) sangat mungkin mengalami sembelit.

Baca Juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan saat Mengalami Sembelit

Adimoolam merekomendasikan untuk berfokus pada kebiasaan yang mendorong kebersihan tidur yang baik dan memastikan tidur sekitar tujuh jam setiap malam.

6. Terlalu banyak makan

Menurut WebMD, Anda harus mengevaluasi kembali pola makan dan menukar makanan apa pun yang dapat menyebabkan sembelit. Contohnya termasuk makanan cepat saji, daging empuk, gorengan, roti putih, kue mangkuk, telur, dan bahkan anggur atau koktail favorit Anda.

Adimoolam menambahkan, “Jika Anda menderita sembelit, hindari diet protein yang sangat tinggi (seperti Atkins) yang dapat menyebabkan lebih banyak sembelit.”

Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk menambahkan makanan ke dalam diet Anda dengan probiotik di dalamnya seperti yogurt, kombucha, sauerkraut, keju lunak, dan kefir yang membantu mendukung usus yang sehat. rpblk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here