Pengrajin Tampah di Mojokerto Yang Masih Tetap Eksis Selama 20 Tahun

Pengrajin Tampah di Mojokerto Yang Masih Tetap Eksis Selama 20 Tahun
top banner

Pengrajin Tampah di Mojokerto Yang Masih Tetap Eksis Selama 20 Tahun

Mojokerto, Nawacita – Ditengah perkembangan teknologi yang semakin maju dan praktis, kebanyakan dari perabotan dan perlengkapan rumah tangga di zaman sekarang berbahan plastik, namun tidak demikian dengan Miskan warga Dusun Jati Omboh, Desa Centong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto yang masih tetap eksis dengan kerajinan tampah dari anyaman bambu.

Tampah anyaman bambu yang ditekuni oleh Miskan selama 20 tahun ini masih sangat eksis keberadaan nya. Miskan selama membuat anyaman bambu (Tampah) tidak lah sendirian, ia dibantu oleh istrinya dan satu karyawan.

Proses untuk membuat tampah dari anyaman bambu ini membutuhkan waktu yang lama, menurutnya proses lama karena penjemuran bambu yang memakan waktu lama bisa sampai 4 hari.

“proses penjemuran selama empat hari dan kalau cuaca lagi sedang hujan membuat proses penjemuran malah semakin lama” ucap Miskan, Senin (3/4/2023).

Baca Juga : Petilasan Gajah Mada Jabung Mojokerto, Diyakini Sebagai Tempat Simedi Sang Mahapatih

Bambu yang dipakai untuk membuat tampah dari anyaman bambu ini berasal dari bambu Jawa yang didapat Miskan dari, Mojoroto, Kramatjetak Kecamatan Pacet serta Pohjejer Gondang. “Hanya bambu yang umurnya 1 tahun lebih yang bisa dibuat jadi tampah,” terangnya.

Miskan menambahkan, Bambu Jawa dipilih karena cocok dibuat jadi kerajinan. Jenis bambu ini memiliki karakter kuat dan lentur. Kalau jenis bambu petung begitu tidak bisa, karena pasti patah.

Pengrajin Tampah di Mojokerto Yang Masih Tetap Eksis Selama 20 Tahun

Dalam seminggu ia dapat menghasilkan hingga 50 biji tampah. Produk tampah yang diproduksi itu paling banyak dipasarkan di pasar Mojosari, Pohjejer Gondang hingga Krian Sidoarjo. Untuk harga satu biji Rp 8 ribu – Rp 10 ribu.

“Alhamdulillah selama bulan Ramadan pemesanan mengalami kenaikan, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” pungkasnya.

Baca Juga : BPBD Memastikan Status Tanggap Darurat Kabupaten Mojokerto Tidak Diperpanjang

Besar harapan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) ini berharap ada bantuan peralatan agar kegiatan produksi makin berkembang dan bisa mengikuti perkembangan pasar.

Fio Atmaja

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here