Thursday, July 18, 2024
HomeISTANAWapres Dorong Pernikahan Dilakukan Pasangan Berusia Matang untuk Cegah Stunting

Wapres Dorong Pernikahan Dilakukan Pasangan Berusia Matang untuk Cegah Stunting

Wapres Dorong Pernikahan Dilakukan Pasangan Berusia Matang untuk Cegah Stunting

Jakarta, Nawacita | Cegah stunting, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong pernikahan dilakukan oleh pasangan yang sudah berusia matang baik secara fisik, psikologis, spiritual maupun ekonomi. Ini disampaikan Ma’ruf dalam kaitannya mencegah anak lahir stunting.

Ma’ruf mengatakan, usia minimal untuk menikah sebagaimana diatur Undang-undang Perkawinan adalah 19 tahun.

“Kalau dari agama boleh saja sebelum 19 tahun dinikahkan. Tapi permasalahannya, maslahat apa tidak,” ujar Ma’ruf dalam acara Halaqoh Nasional Pelibatan Penyuluh Agama, Da’i, dan Da’iyah untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

ilustrasi pernikahan dini
ilustrasi pernikahan dini

Ma’ruf menilai, usia pasangan menikah jangan hanya dilihat dari sisi batas kebolehannya saja, tetapi harus mengedepankan kematangan dari pasangan yang akan menikah. Karena, kata Ma’ruf, ini demi kemaslahatan dalam pernikahan dan keturunannya.

“Jadi pertimbangannya untuk menunda sampai kepada situasi itu, mengambil yang paling maslahat. Walaupun boleh, tapi tidak maslahat. Kita sekarang bukan cerita boleh, cerita maslahat yang mana. Kita harus mengambil yang terbaik untuk kebaikan kita,” ujar Ma’ruf.

Sementara, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengingatkan, risiko pernikahan yang dilakukan di bawah usia 20 tahun. Dia mengatakan, salah satunya risiko kesehatan bagi perempuan yang melahirkan di usia muda.

Baca Juga: MUI Minta PN Surabaya untuk Batalkan Putusan Legalkan Pernikahan Beda Agama

Ini karena kondisi diameter panggul perempuan di bawah usia 20 tahun relatif belum mencapai 20 sentimeter, sedangkan diameter kepala bayi yang dikandung rata-rata 9,7-9,9 sentimeter.

“Pernikahan pada usia kurang dari 20 tahun rawan menghasilkan kondisi kesehatan yang jauh lebih buruk,” ujarnya.

Karenanya, kata Hasto, BKKBN selalu mengkampanyekan pernikahan tidak dilakukan di usia sangat muda atau tua demi alasan kesehatan.

“BKKBN selalu kampanye jangan terlalu muda kurang 20 tahun, jangan terlalu tua lebih dari 35 tahun,” katanya. rpblk

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru