Kemenkes Berinovasi Ciptakan Rompi Penurun Suhu

0
102
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mencoba rompi penurun suhu
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mencoba rompi penurun suhu

Kemenkes Berinovasi Ciptakan Rompi Penurun Suhu

Jakarta, Nawacita | Kementerian Kesehatan (kemenkes) berinovasi ciptakan rompi penurun suhu. Jadi badan manusia bisa terasa dingin jika disuhu panas dengan mengenakan rompi ini.

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas coba rompi itu. Dia mengaku tidak merasa kepanasan meski mengenakan rompi yang cukup tebal. Rompi berwarna hitam dengan hoodie (topi kupluk) itu sangat membantu dalam situasi cuaca di Arab Saudi yang sangat panas.

“Ini kayak pakai AC dalam baju, kita tidak merasa kayak di tengah gurun. Saya akan coba ini untuk semua petugas. Overall ok banget ini,” kata Menag di sela-sela meninjau tenda di Mina, Rabu.

Baca Juga: Meski Nihil Kasus, Kemenkes Minta Warga Waspada Cacar Monyet

“Ini akan sangat membantu. Tahun depan akan dipikirkan serius untuk semua semua petugas haji,” kata Gus Men.

Pada musim haji 2022, Kementerian Kesehatan memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi rompi penurun suhu untuk penanganan kasus heat stroke pada jamaah haji di Arafah, Muzdhallifah dan Mina (Armuzna).

Rompi ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah Armuzna sebagai tindakan pencegahan. Sebanyak 10 jaket sudah disiapkan untuk petugas. Sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jamaah heat stroke.

Kemenkes Berinovasi Ciptakan Rompi Penurun Suhu
Kemenkes Berinovasi Ciptakan Rompi Penurun Suhu

Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, sekaligus tim peneliti Dr dr Rr Suzy Indharty MHA MKes SpBS(K)-Spesialis bedah saraf konsultan tumor otak dosen Fakultas Kedokteran USU Medan kolaborasi dengan dosen Fakultas Tehnik UNS Solo, mengatakan bahwa pengukuran suhu dan tanda vital jamaah menjadi parameter dalam penggunaan rompi tersebut.

“Suhu diukur secara berkelanjutan, dan akan dihentikan setelah suhu pasien turun mencapai 38 derajat, untuk kemudian diberikan terapi standar lainnya,” kata Suzy.

Teckno cool digunakan karena memiliki daya tahan dingin yang lama hingga 8-12 jam, jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair dan tidak basah.

Pasien akan dipakaikan rompi lengkap dengan decker untuk meredam saraf-saraf sensorik yang banyak di bagian tubuh terbuka yang tersengat matahari yaitu bagian lengan, paha, dan betis. Dalam keadaan darurat, techno cool bisa langsung ditempelkan di tubuh pasien. sra

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY