Film Kangaroo Jadi Daya Tarik Festival Sinema Australia Indonesia di Surabaya
Surabaya, Nawacita – Glen Askew menyebut antusiasme warga Surabaya terhadap Festival Sinema Australia Indonesia 2026 terus meningkat. Festival yang telah berjalan selama 11 tahun itu dinilai menjadi jembatan diplomasi budaya antara Australia dan Indonesia.
Dalam pemutaran film di Surabaya, Sabtu (16/5/2026), Glen mengatakan salah satu film yang diputar berjudul Kangaroo. Film tersebut mengangkat kisah seorang wartawan yang terdampar di Alice Springs dan merawat bayi kanguru di tengah gurun Australia.
“Film ini cocok untuk keluarga. Cinematografinya juga bagus sekali karena mengambil latar alam Australia di tengah padang pasir,” ujarnya.
Tahun ini, festival menghadirkan lebih banyak genre film dibanding sebelumnya, mulai horor, dokumenter hingga film keluarga. Selama dua hari penyelenggaraan, tiga film diputar setiap harinya.
Khusus di Surabaya, Konsulat Australia juga menghadirkan konsep kompetisi kostum bertema Australia untuk menambah pengalaman penonton. Menurut Glen, pendekatan seperti itu menjadi cara diplomasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Saya senang bukan hanya pejabat, tapi masyarakat biasa juga bisa menikmati budaya Australia lewat film,” katanya.
Ia menilai festival film menjadi sarana efektif memperkenalkan budaya dan seni Australia kepada masyarakat Indonesia.
Reporter: Alus Tri

