BPJS Ketenagakerjaan Gresik Beri Pelatihan Usaha Ahli Waris Peserta

0
121

Gresik | Nawacita – Kepedulian BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) tehadap keluarga dari peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia tidak terputus sampai mereka menerima santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Meninggal dan Jaminan Kematian (JKM).

Selain memberikan beasiswa untuk 2 anak hingga kuliah di Perguruan Tinggi, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan pelatihan wirausaha pada mereka supaya memiliki kegiatan ekonomi.

Upaya mensejahterakan atau setidaknya mendorong para ahli waris pekerja untuk mendapatkan penghasilan itu diimplementasikan BPJS Ketenagakerjaan Gresik dengan memberikan pelatihan membuat Special Gift “Minigold dan Hampers” di kantornya, Rabu (6/7/2022). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 ahli waris penerima manfaat program JKK/JKM.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik, M.Imam Saputra, menyampaikan, BPJS Ketenagakerjaan memiliki misi melindungi, melayani dan mensejahterakan peserta dan keluarganya. “Walaupun manfaat program JKK/JKM telah selesai kami bayarkan kepada para ahli waris peserta ini, tapi karena mereka telah terputus penghasilannya karena pekerjanya telah meninggal dunia, kami ingin mereka tetap bisa bertahan dengan melakukan kegiatan ekonomi,” lanjut Imam.

“Harapan kami para ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengikuti pelatihan wirausaha ini bisa memiliki keterampilan yang bisa dipraktekkan dan bisa menambah penghasilan,” ucap Imam dengan didampingi Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Gresik dr Meita.

Imam juga mengatakan, dengan diberikannya pembekalan untuk berwirausaha ini, para ahli waris penerima manfaat program JKK/JKM ini juga diharapkan bisa meneruskan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sektor informal atau bukan penerima upah (BPU). “Para peserta pelatihan wirausaha ini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU. “Mereka terlindungi program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan,” kata Imam.

Dengan terlindungi dua program dasar BPJS Ketenagakerjaan, jika peserta mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis ditanggung penuh tanpa batas oleh BPJS Ketenagakerjaan. Juga, diberikan uang pengganti Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB).

Jika kecelakaan kerja mengakibatkan peserta meninggal dunia, santunan JKK Meninggal untuk ahli warisnya 48 x upah atau kisaran Rp48 juta, dan jika meninggalnya tidak ada hubungan dengan pekerjaan, santunan JKM untuk ahli warisnya Rp42 juta. Selain itu juga ada beasiswa untuk 2 anak peserta mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi yang totalnya bisa mencapai Rp174 juta.

“Program BPJS Ketenagakerjaan ini tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat kerja. Dengan pelatihan ini diharapkan akan muncul kemandirian pada peserta, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dengan berkarya,” kata Imam.

Ditambahkan, program pelatihan kewirausahaan bagi ahli waris penerima manfaat program JKK/JKM ini diagendakan BPJS Ketenagakerjaan Gresik setiap 3 bulan sekali. Sebelumnya kegiatan seperti ini dilakukan pada April lalu dengan materi pelatihan membuat buket balon. Kegiatan ini juga diikuti ahli waris peserta yang terdaftar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gresik Driyorejo.

Dn

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY