Menteri PPPA Prihatin Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak 2021 Tinggi

0
143
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga dalam sambutannya, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta (27/12/21).

Jakarta, Nawacita – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengungkapkan Hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) dan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) tahun 2021 menunjukan penurunan prevalensi kekerasan terhadap perempuan dan anak dibandingkan tahun 2016.

“Sebagai contoh kekerasan fisik dan atau seksual yang dilakukan pasangan dan selain pasangan tahun 2021, dialami oleh 26,1 persen atau 1 dari 4 perempuan usia 15-64 tahun. Tentu angka ini turun dibandingkan 2016 sebesar 33,4 persen atau 1 dari 3 perempuan,” kata Bintang, dalam sambutannya, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Senin (27/12/2021).

Lebih lanjut, ia memaparkan, berdasarkan survei nasional perjalanan hidup anak dan remaja tahun 2021, secara umum juga menunjukan penurunan prevalensi kekerasan terhadap anak-anak dengan rentang usia 13-17 tahun. Namun, ia menyebut kekerasan tertinggi masih dialami oleh anak-anak perempuan.

“Tahun 2021 sebanyak 34 persen atau 3 dari 10 anak laki-laki dan 41,05 persen atau 4 dari 10 anak perempuan usia 13-17 tahun pernah mengalami satu jenis kekerasan atau lebih kekerasan di sepanjang hidupnya,” paparnya.

“Sementara 2018 tercatat 62,31 atau 6 dari 10 anak laki-laki dan 62,75 persen 6 dari 10 anak perempuan mengalami satu jenis kekerasan atau lebih disepanjang hidupnya,” sambung Bintang.

Meski mengalami penurunan prevalensi, namun Bintang mengaku, angka yang dirisil masih memprihantinkan. Oleh karena itu, perlu sinergitas lintas sektor dan seluruh pihak untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak.

“Karena seharusnya tidak boleh ada satupun anak dan perempuan yang mengalami kekerasan apapun alasannya. Oleh karena itu, perlu sinergi dan kolaborasi untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY