Persaingan Pemilihan Ketum PBNU 2021-2026, Gus Yahya : Sudah Biasa 

0
299
Gus Yahya di arena Muktamar NU ke-34, Lampung, Rabu (22/12/2021). Foto : Alma / nawacita

Lampung, Nawacita – Polemik yang timbul ditengah-tengah kompetisi pemilihan calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dianggap hal yang wajar dan selalu terjadi. 

Penyantaan itu dilontarkan Katib Aam PBNU yang juga merupakan calon ketua umum KH Yahya Cholil Staquf atau yang biasa disapa Gus Yahya usai melangsungkan pembukaan Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah. 

“Ya normal saja (berkompetisi), ini sudah bolak balik, sekarang ini Muktamar ke-34,” kata Gus Yahya, saat diwawancarai, Rabu (22/12/2021). 

Lebih lanjut, Gus Yahya menilai, NU merupakan organisasi tertua yang sudah melakukan Muktamar sebanyak 34 kali, jadi dalam menghadapi dinamika pemilihan ketua umum adalah hal yang sangat biasa. 

“Jadi, bukan yang pertama, ini sudah bolak balik dan kita sudah saksikan selama ini bahwa ini proses normal saja,” tegasnya. 

Bagi dia, sekeras apapun dinamika itu, ketika sudah terpilih seorang ketua umum maka akan kembali untuk bersama-sama membesarkan Nahdlatul Ulama. 

“Ada banyak calon kemudian ada yang terpilih dan habis itu kita bareng-bareng lagi,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, selain Gus Yahya terdapat satu nama calon yang menjadi kandidat terkuat yakni Ketum petahana KH Said Aqil Siroj dan mantan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY