Tingkatkan Keutuhan Demokrasi Dengan Literasi Digital

0
141

Nawacita – Media sosial hadir dalam berbagai varian mendukung aktivitas-aktivitas masyarakat secara mudah dan efisien dalam waktu. Setiap harinya kita dapat melihat interaksi masyarakat dalam media sosial secara transparan. Dimana tren sosial masyarakat menggunakan media sosial karena di lingkungannya banyak dijumpai pengguna media sosial juga.

Media sosial digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi. Update terbaru mengenai data pengguna media sosial di Indonesia telah dilaporkan pada 27 Januari oleh agensi marketing We Are Social bersama dengan platform manajemen media sosial Hootsuite. Data menunjukan penduduk Indonesia yang aktif dalam menggunakan media sosial ada lebih dari separuhnya. Laporan dengan judul ‘Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital’ menyebutkan bahwa dari total 274,9 juta penduduk, ada sebanyak 170 juta penduduk di Indonesia yang telah menggunakan media sosial.

Sebanyak 6,3 persen atau sebesar 10 juta pertumbuhan masyarakat yang aktif bermedia sosial di Indonesia jika dibandingkan dengan data pada tahun sebelumnya. Dalam waktu yang bersamaan, dapat diketahui juga bahwa pengguna internet di Indonesia tumbuh menjadi 202,6 juta pengguna yaitu, adanya kenaikan sebesar 27 juta atau sekitar 15,5 persen.
Terjadinya sebuah peningkatan dalam penggunaan internet dan media sosial diperlukan juga pemahaman dalam penggunaan ruang digital yang baik. Hal ini berkaitan dengan bagaimana media sosial menjadi tempat masyarakat memperoleh kebebasan dalam menyampaikan pendapatnya atau dalam melangsungkan demokrasi secara digital. Dalam demokrasi peran media sosial hadir sebagai ruang publik untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dalam Indikator tahun 2018-2020 yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan bahwa demokrasi dalam menyampaikan pendapat kerap menurun setiap tahunnya. Ini meliputi bagaimana adanya sebuah penurunan demokrasi dalam ranah yang sudah digital. Selain itu proses berlangsungnya demokrasi secara digital juga dapat berjalan dalam hal politik seperti, kampanye, pemilihan umum, dan polarisasi politik. Dengan media sosial masyarakat dapat lebih mudah merespon dan mendapatkan suatu informasi. Guna meningkatkan demokrasi, media sosial dapat bermanfaat bagi pemerintah dalam melakukan transparansi dan menampung partisipasi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.

Masyarakat Indonesia yang secara mudah menerima berita tanpa melakukan pemeriksaan ulang terhadap kebenarannya, tidak melakukan penyaringan, pemastian data, dan evaluasi pada setiap informasi dan berita yang diperoleh, menunjukan bahwa kurangnya literasi dan sikap kritis terhadap informasi yang menyebar secara cepat. Penggunaan media sosial dalam berdemokrasi harus dipandu dan dibatasi sesuai nilai dan norma sosial, kepentingan bersama, kesamarataan, dan persatuan sebagaimana banyaknya ancaman yang datang dari kebebasan berpendapat di media sosial.

Guna mencegah praktik demokrasi yang menyimpang, para masyarakat yang berdemokrasi harus mengedepankan rasionalitas, melakukan pertimbangan dalam menerima informasi dan menyampaikan pendapatnya, dan literasi masyarakat terhadap prinsip dan hakikat dari demokrasi. Dengan adanya kebebasan berpendapat dalam media sosial, pendapat dapat diutarakan dengan pemikiran kritis, secara santun dan beretika, dan dapat dapat dipertanggungjawabkan. Kita sebagai masyarakat yang tinggal di negara berdemokrasi dapat merealisasikan demokrasi yang ideal dengan literasi informasi pada media sosial dengan baik. Sangat penting bagi kita semua untuk mengetahui Indeks Demokrasi di Indonesia setiap tahunnya agar menjadi masyarakat cerdas dalam berdemokrasi.

Penulis :

Vanya Utami Sastradipura, Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi

Universitas Indonesia.

LEAVE A REPLY