Kejurprov Perkemi Rebutkan Piala Bergilir Arumi Cup 2021

0
101
Arumi Bachsin saat membuka Kejurda Perkemi.

KEDIRI | Nawacita –  Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ibu Asuh Shorinji Kempo Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) yang dilaksanakan di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Sabtu (11/12).

 

Kejurprov Perkemi yang diikuti 235 kenshi yang bertanding mewakili kontingen di Jawa Timur tersebut dilaksanakan dua hari, yakni 11-12 Desember 2021. Ratusan kensi tersebut berasal dari Kab. Banyuwangi, Kab. Bojonegoro, Kab. Bangkalan, Kab. Gresik, Kab. Jember, Kab. Jombang, Kota Malang, Kota Pasuruan, Kba. Tulungagung, Kab. Tuban, Kab Kediri, Kota Kediri, Kab. Pasuruan, Kota Surabaya dan Kab. Malang.

 

Peserta yang ikut terbagi dalam 4 kategori. Yakni kategori pemula (9-12 tahun), kategori remaja (12-17 tahun), kategori dewasa A (17-22 tahun), dan dewasa B (22-27 tahun).

 

Dari kategori tersebut, para kenshi berlaga untuk 2 klasifikasi nomor utama. Yang pertama adalah Embu atau nomor seni, kedua adalah Randori atau nomor pertarungan bebas. Masing-masing peserta akan bertanding setidaknya 2 kali. Para peserta akan memperebutkan juara 1, 2 dan 3 bersama.

 

Khusus untuk juara umum akan diakumulasi nilai tertinggi. Pemenang akan diberikan piala bergilir Arumi Bachsin Cup yang baru mulai diberikan tahun ini. Perwakilan daerah manapun yang memenangkan akan otomatis menjadi tuan rumah Kejurprov Perkemi selanjutnya.

 

Arumi Bachsin menyampaikan, Kejurprov Perkemi ini merupakan ajang pencarian bibit-bibit kensi muda yang memiliki potensi besar membawa nama Indonesia sebagai atlet Kempo.

 

“Tujuan diadakannya kejuaraan ini adalah untuk menggelorakan semangat dan melahirkan kembali atlet Shorinji Kempo. Kita punya sekitar 40 juta penduduk di Jatim, tapi baru bisa mengirimkan 1 atlet saat PON Papua kemarin. Yang membesarkan hati adalah 1 atlet ini dapat pulang dengan medali,” ujar Arumi.

 

“Maka saya harap para kenshi ini mau berjuang. Jawa Timur pernah punya masa jaya, kita harus siap mengambil kembali masa jaya itu. Saya titipkan masa depan yang akan datang ke pundak adik-adik sekalian karena kalian adalah penerus bangsa,” harapnya.

 

Selain itu, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tersebut menekankan pentingnya mentalitas serta sportivitas. Mengingat, kekuatan jasmani bukanlah satu-satunya hal yang membentuk seorang petarung.

 

“Fisik, tehnik dan kekuatan memang penting. Tapi mental dan sportivitas kita juga perlu dilatih. Saya tahu sekali bagaimana adik-adik sudah datang jauh-jauh dari kabupaten/kota, diberikan do’a oleh orang tua dan didukung oleh teman-teman. Saya mengerti kalau semuanya pasti ingin menang, tapi saya minta untuk tetap fair dan mengapresiasi satu sama lain,” tuturnya. bdo

LEAVE A REPLY