Kodrat Sunyoto ; Nelayan Paciran Butuh Ambulance Laut (Speedboat), GPS dan Blandong

0
293

Lamongan, Nawacita – Masyarakat nelayan di wilayah Paciran Lamongan membutuhkan ambulance laut berupa speedboat untuk evakuasi nelayan yang membutuhkan layanan kesehatan segera saat melaut. Aspirasi tersebut disampaikan Sutikno ketua Rukun Nelayan Weru Paciran Lamongan saat menghadiri reses III tahun 2021 anggota DPRD Jatim dapil Lamongan-Gresik Dr Kodrat Sunyoto, Senin (1/11/2021) lalu.

Selain speedboat ambulance laut berupa kapal atau perahu, lanjut Sutikno masyarakat nelayan Weru juga membutuhkan bantuan GPS (Global Policy and Strategi) untuk mendeteksi keberadaan perahu dan kapal nelayan yang mengalami kecelakaan di laut.

“Kami juga berharap ada bantuan untuk membangun blandongan atau tempat transit perahu sebelum membawa hasil ikan tangkap ke pasar,” jelas Sutikno.

Selain masyarakat nelayan, reses ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim itu juga dihadiri ibu-ibu muslimat dan fatayat setempat serta 7 kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Paciran Lamongan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kodrat Sunyoto berjanji akan memperjuangkan supaya kebutuhan masyarakat nelayan di Weru Paciran bisa dipenuhi pemerintah. Mengingat, keberadaan ambulan laut, GPS dan blandongan itu sangat dibutuhkan guna menunjang kelancaran usaha nelayan tangkap. 

“Aspirasi ini akan saya catat dan saya kordinasikan dengan instansi terkait khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim agar bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” kata Kodrat Sunyoto saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (3/11/2021).

Ia mengakui di bulan November hingga Februari biasanya nelayan kesulitan melaut karena lagi musim ombak besar. Kalaupun nekad maka resiko tenggelam dihantam ombak besar juga bisa terjadi sewaktu-waktu. 

“Saya kira keberadaan ambulan laut dan GPS itu sangat diperlukan masyarakat nelayan termasuk yang ada di wilayah Paciran. Sehingga jika ada nelayan yang sakit atau kecelakaan laut bisa segera dibantu. Mengingat di tengah laut komunikasi terbatas signal sehingga tidak mudah menemukan nelayan yang membutuhkan pertolongan kecuali dengan bantuan mesin GPS dan telpon satelit,” ungkap politikus asli Lamongan ini.

Di sisi lain, Kodrat juga mendapat pengaduan dari warga Paciran terkait adanya reklamasi pantai yang disoal masyarakat. Terlebih berdasarkan informasi perijinan reklamasi itu menjadi kewenangan provinsi. 

“Masukan ini akan saya tindaklanjuti, dengan klarifikasi ke dinas terkait di lingkungan Pemprov Jatim khususnya menyangkut dampak lingkungan adanya reklamasi itu. Jika memang merugikan masyarakat nelayan tentu kita juga minta supaya tidak dilanjutkan,” dalih anggota Komisi E DPRD Jatim. 

Secara khusus, Kodrat juga meminta pemerintah Kabupaten Lamongan dan Provinsi Jatim untuk lebih perhatian terhadap upaya vaksinasi masyarakat nelayan. 

“Mereka wadul hanya ikut vaksin dosis pertama dengan vaksin sinovac. Untuk dosis keduanya stok sudah habis. Yang tersedia hanya vaksin Astrazeneca sehingga masyarakat binggung,” pungkasnya. (pun)

LEAVE A REPLY