Baleg DPR RI Pelesir ke Brazil Studi Banding RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

0
251
Lodewijk Paulus Wakil Ketua DPR RI. Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Beredar Surat Tulis Rencana kunjungan kerja (kunker) Badan Legislasi (Baleg) ke Equador dan Brazil yang diagendakan 31 Oktober sampai 6 November 2021 Ke Equador. Sementara pada tanggal 16 sampai 22 november 2022 ke Brazil.

Menanggapi surat tersebut, Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus mengatakan kunker tersebut dilaksanakan dalam rangka studi banding untuk menyusun RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Ia menilai kedua negara itu menjadi tempat yang tepat bagi tim Baleg.

“Kaitannya dengan itu maka DPR RI dalam hal ini Baleg, ingin melaksanakan suatu studi banding. Bagaimana sih mereka melakukan itu, kalau kita komparasi antara kita ini sebagai bangsa, kalau di sana dianggap sebagai kultur kalau kita kan tidak, tetapi ada sesuatu yang tentunya kita perlu petik dari bagaimana mengimplementasikan dari aspek struktur atau kelembagaan dan perundang-undangan, itu yang pertama untuk Brazil,” kata Lodewijk, saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/10/2021).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, negara Equador dipilih lantaran Equador setelah dilakukan kajian negara tersebut dianggap mampu mengimplementasikan undang-undang tentang antikekerasan kepada perempuan.

“Di sana memang tidak diatur secara spesifik tentang kekerasan seksual tetapi diatur dalam konteks domestik, tapi itu kita juga melihat ada suatu perbedaan antara Brazil dengan Equador. Kalau Brazil atau Equador terlihat mereka mampu melaksanakan suatu kerja sama dengan pihak kepolisian,” jelasnya.

“Jadi law enforcement itu akan sangat terlihat dengan adanya kepolisian, nah itu yang ingin kita melihat,” tambah Lodewijk.

Meski ditengah pandemi, ia menilai kunker tersebut penting dilakukan agar tim Baleg dapat menemukan titik-titik yang tepat untuk penyusunan RUU PKS.

“kalau on the spot tentunya kita akan bebas mendatangi titik-titik yang kita harapkan, kita tidak akan terikat dengan yang sudah disiapkan oleh protokol. Tetapi kita akan melihat oh di mana titik-titik yang kita berharap kita bisa atasi pertahanan di sana, kita memberi masukan kita datangi ke sana. Masukan-masukan itu yang kita harapkan di dapat langsung di lapangan, tidak disiapkan pertemuan secara online,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY