Jelang Muktamar, Gus Salam Dorong Penguatan NU di Luar Jawa
Surabaya, Nawacita.co – KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengungkapkan aspirasi terbesar yang ia temui dalam rangkaian silaturahmi ke berbagai wilayah Nahdlatul Ulama (NU) menjelang muktamar.
Menurut cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri itu, mayoritas pengurus di luar Pulau Jawa menginginkan organisasi dipimpin figur yang fokus membesarkan NU dan tidak terlalu terikat dengan politik praktis.
Hingga pertengahan Juli 2026, Gus Salam mengaku telah mengunjungi 22 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Aceh, hingga sejumlah provinsi di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Dalam setiap kunjungan, ia menegaskan selalu berkoordinasi dengan struktur organisasi, baik PWNU maupun PCNU.
“Dari berbagai daerah yang kami datangi, aspirasi yang paling banyak muncul adalah keinginan akan perubahan, terutama dalam kepemimpinan organisasi,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Jelang Muktamar PWNU, Gus Salam Harap Persiapan Matang dan Hasilkan Keputusan Bermartabat
Selain menginginkan kepemimpinan yang lebih independen, pengurus NU di luar Jawa juga meminta perhatian lebih besar dari PBNU. Mereka berharap adanya pendampingan organisasi, penguatan kapasitas, perluasan jaringan, hingga solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di daerah.
Di sisi lain, Gus Salam menyoroti masih banyaknya PWNU, PCNU, dan PCINU yang belum menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan, terutama di wilayah Papua. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat partisipasi mereka dalam muktamar karena tanpa SK mereka hanya berstatus peninjau dan tidak memiliki hak suara.
Ia berharap seluruh proses penerbitan SK dapat segera dituntaskan agar seluruh wilayah memperoleh hak yang sama dalam forum tertinggi organisasi.
Bagi Gus Salam, semangat pengabdian para pendiri NU, khususnya KH Wahab Chasbullah di Tambakberas, harus menjadi teladan dalam membangun organisasi.
“Saya berharap muktamar mendatang mampu melahirkan NU yang semakin mandiri, bermartabat, independen, serta tetap memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” tutupnya.
Reporter: Alus


