Wagub Sidoarjo Tutup Usaha Pengolahan Tepung dari Bulu Ayam Tak Berijin

0
459
Wakil Bupati Sidoarjo Saat Sidak Home industri pengelolaan tepung dari bulu ayam di Desa kletek Sidoarjo, Rabu, 29 September 2021 ( foto istimewa)

Sidoarjo, Nawacita – Wagub Sidoarjo H.Subandi  Bersama anggota DPRD Komisi C Kabupaten Sidoarjo, didampingi Camat Taman beserta Dinas lingkungan hidup lakukan sidak di tempat pengelolaan tepung dari bulu ayam.

Kedatangan Wakil Bupati Sidoarjo bersama instansi lainya, terkait adanya laporan dari warga tentang didirikannya home industri diarea desa kletek, Rabu, 29 September 2021.

Dalam sidak tersebut, ada dua tempat dikunjungi beliau, pertama pengelolaan bulu ayam akan tetapi pada saat sidak tersebut hanya terlihat Pekerja yang sedang mengelola bulu ayam sedangkan pemiliknya tidak ada di tempat.

Dalam masa pandemi ini kami tidak memberatkan yang berlebihan, namun untuk masalah pengelolaan bulu ayam yang menimbulkan bau di udara itu yang memberatkan kami,” ungkap Wagub Subandi.

Lebih Lanjut, yang mengelola usaha olahan tepung dari bulu ayam ijin pun tidak ada, apalagi limbah baunya menganggu lingkungan, Pemkab harus tegas, mau tidak mau harus ditutup,” imbuh  Subandi.
.
Sementara itu, di kesempatan yang sama pula Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo Suyarno juga berpendapat, pada intinya kami tidak mau membatasi adanya investor akan mendapat PAD, akan tetapi harus ada check and balance

Yang menjadi problem adalah bahan baku kurang heigenis serta tidak pernah di bersikan terlebih dahulu sebelum di kirim tempat lokasi

” Hal ini lah yang menyebabkan baunya sangat menyengat sekali, hendaknya semua perijinan  harus dilengkapi sarana dan prasarana.” Harapanya

Setelah melakukan sidak, kemudian dilanjutkan diskusi guna mencari solusi atas aduan masyarakat terkait polusi lingkungan dari usaha olahan tepung dari tersebut di kantor Desa Kletek.

Sementara itu, pemilik usaha yang sempat mengelola kotoran ayam yang bernama Rokib menceritakan, memang dulu sempat mendapat komplain dari warga sekitar, akan tetapi kami sudah pindah dan semua mesin udah kami pindahi ke Mojokerto.

“Saya sudah lama tutup tidak mengelola bulu ayam lagi setelah mendapat teguran dari DLHK karena surat – suratnya tidak lengkap,” tutup Rokib. (Dny/kominfo)

LEAVE A REPLY