Baru Dilantik, Lodewijk Minta Presiden Kirim Nama Calon Panglima TNI

0
325
Lodewijk Paulus Wakil Ketua DPR RI. Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Wakil Ketua DPR RI yang baru saja dilantik hari Kamis (30/9/2021) Lodewijk Freidrich Paulus memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Sekjen Partai Golkar itu berharap Presiden segera mengirimkan nama calon Panglima TNI ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ditemui usai pelantikan, purnawirawan Danjen Kopassus ini menjelaskan bahwa sudah waktunya pemerintah melakukan persiapan pengganti Panglima TNI Marsekali Hadi Tjahjanto yang pensiun akhir November 2021. Dimulai dengan mengirimkan surat usulan nama-nama calon Panglima TNI untuk dilakukan uji kelayakan oleh DPR RI. Sebab, jika surat tersebut semakin lama dikirim ke DPR, pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan calon panglima TNI pun semakin sempit.

“Di komisi I kita tahu masalah ini ada pergantian Panglima TNI, kita menunggu, kita memonitor, mudah-mudahan Bapak Presiden segera mengajukan nama calon Panglima TNI,” kata Lodewijk, kepada wartawan di Gedung Nusantara II DPR RI, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut, Lodewijk juga berharap agar surat nama calon Panglima TNI diterima DPR sebelum masa reses yang mulai 7 Oktober hingga 8 November 2021.

“Diharapkan sebelum itu (masa reses) yang insyallah selesai tanggal 7 (Oktober) kita sudah bisa memiliki Panglima TNI, kalau enggak, kita menunggu total persiapan waktu tentu saja sangat sempit,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua DPR RI Puan Maharani sebelum mengirimkan surat presiden tentang calon Panglima TNI baru.

“Tadi kami juga sudah koordinasi dengan Ibu Ketua DPR untuk pengusulan surat panglima itu, yang jelas kita akan lakukan secepatnya,” kata Pratikno, saat diwawancarai, di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9).

Ia juga mengatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki waktu cukup menyerahkan surat pergantian Panglima TNI. Dan pengajuan ini akan diserahkan sebelum Marsekal Hadi Tjahjanto pensiun dari kedinasan di militer per 1 Desember 2021.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY