DPR Sambut Baik Usulan Kapolri Terkait 56 Pegawai KPK Jadi ASN Polri

0
1239
Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani

Jakarta | Nawacita – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dirinya telah bersurat ke Presiden Joko Widodo agar 56 pegawai KPK yang tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dapat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Polri.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mendukung langkah yang dilakukan oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo itu. Namun ia menggarisbawahi bahwa status gagal TWK yang melekat pada puluhan pegawai KPK tersebut bisa jadi perdebatan.

“Langkah Kapolri yang sudah disetujui Presiden untuk merekrut 56 pegawai KPK untuk menjadi ASN Polri itu, perlu dilihat dengan prasangka baik atau husnuzan saja,” kata Arsul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Lebih lanjut, politikus dari Fraksi PPP itu menilai apa yang dilakukan Kapolri itu sebagai bentuk penghargaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) KPK yang terbuang imbas gagal TWK. Ia juga melihat ada sisi kemanusiaan untuk menjaga hak warga negara mendapat pekerjaan layak.

“Namun fraksi PPP juga ingin mengingatkan agar langkah Kapolri ini nanti tidak terganjal pada K/L (kementerian atau lembaga) yang mengurusi soal aparatur negara atau kepegawaian,” ujarnya

Karena menurut Asrul, selama ini Kementerian atau Lembaga yang mengurusi perihal pengangkatan ASN, terkesan memandang para pegawai KPK yang tak lolos itu, seperti manusia yang tidak bisa diperbaiki lagi wawasan kebangsaannya.

Oleh karena itu, ia mempertanyakan apakah langkah ini menjadi batu sandungan bagi Kapolri atau tidak dalam merekrut pegawai KPK tersebut.

“Lah kalau kemudian Kapolri membuka pintu penerimaan, masih menyisakan pertanyaan, apakah Kementerian/lembaga terkaitnya tidak akan menjadi stumbling block?” tanya Asrul Sani.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan alasan dirinya meminta izin kepada Presiden Joko Widodo untuk merekrut 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus TWK menjadi ASN Polri.

Alasan Listyo mengajukan permohonan itu lantaran mereka memiliki pengalaman di bidang tindak pidana korupsi (Tipikor).

Listyo berharap dengan bergabungnya 56 pegawai KPK, nantinya dapat memperkuat Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY