BPJS Kesehatan Surabaya Targetkan Akhir Tahun 223 FKTP Terpenuhi

0
133

Surabaya, Nawacita – Perlu diketahui layanan bagi Peserta JKN – KIS Implementasi MENGKUDU ( MEmaNGgil Kewajiban Untuk pendaftaran bU) menjadi perbincangan yang menarik dalam Cangkruk bareng dengan awak media yang diadakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Jumat, 10 September 2021.

Implementasi UU Nomor 40/2004 tentang SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), dimana Jaminan Kesehatan diselenggarakan dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Deputi Direksi Wilayah Jawa Timur BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) memutuskan dengan Nomor 167 Tahun 2021, tentang Revisi Penetapan Target Kerja sama FKTP pada setiap Kantor Cabang di Tahun 2021, untuk BPJS Kesehatan Cabang Surabaya ditargetkan ada penambahan 9 FKTP menjadi 223 FKTP dari 214 FKTP pada data per September 2021

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Kantor Cabang Surabaya, Eka Wahyudi, mengatakan, sampai September 2021, total jumlah FKTP di Surabaya sebanyak 214 unit dengan jumlah dokter umum 606 orang, yang melayani 2 476.816 peserta, hingga average rasio pelayanan dokter kepada peserta di 1 : 4.087 peserta.

Sebenarnya, rasio pelayanan ini sudah ideal Normalnya 1 dokter paling tidak 5.000 peserta, akan tetapi ada yang lebih dari 5000 peserta.

” kami akan targetkan hingga akhir tahun 2021, ada penambahan 9 FKTP di Surabaya sehingga totalnya bisa mencapai 223 unit sampai Desember nanti,” katanya.

Implementasi MENGKUDU ( MEmaNGgil Kewajiban Untuk penDaftaran bU), dalam pelayanannya bekerja sama dengan FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Surabaya

Menurut data dari BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, terdapat hanya 12 Kecamatan di Surabaya yang bermitra dalam hal layanan bagi Peserta JKN – KIS. Penerapan Implementasi MENGKUDU, masing masing Kecamatan rasio untuk pelayanan peserta JKN KIS bisa mencapai lebih dari 5.000 peserta

Adapun FKTP yang saat ini yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan  diantaranya, Kecamatan Asemrowo, Benowo, Bulak, Dukuh Pakis, Kenjeran,Pabean Cantikan, Pakal, Sawahan, Semampir, Simokerto, Sukomanunggal, Tenggilis Mejoyo, akan tetapi dalam kondisi ini tidak akan maksimal, hal ini akan berdampak berkurangnya pelayanan kesehatan peserta dalam mendapatkan layananan Kesehatan.

Menurut data per agustus 2021 di Kecamatan Semampir, Simokerto, Pabean Cantikan, tertera rasio pelayanan dokter kepada peserta mencapai angka 7000 lebih, itu hanya satu dokter

Seperti di Kecamatan Simokerto menduduki angka rasio yang paling menonjol, jumlah dokter disana 10 orang hanya melayani 79.554 peserta, angka rasio 1: 7.955 peserta. sedangkan di kecamatan Semampir jumlah dokter 21orang, jumlah peserta 166.622, angka rasio 1 : 7.934 peserta, kemudian di susul kecamatan Pabean Cantikan dengan angka rasio dokter dan peserta 1 : 7009.

Sustainabilitas program Jaminan Kesehatan dapat dihasilkan melalui Kemitraan yang setara dengan seluruh pemangku kepentingan, sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Kantor Cabang Surabaya, Wiedho Widiantoro menyatakan bahwa jumlah peserta JKN KIS telah mencapai 2.856.647 dari total penduduk 2.970.730 penduduk Surabaya per 1 September 2021

“Nantinya kepesertaan ini, sudah mencakup hampir untuk penduduk di kota Surabaya, Sehingga harapan kami sampai dengan 2024 mencapai diatas 98 % , sehingga Jaminan kesehatan semesta kota Surabaya ini bisa Optimal,” tutup Eka Wahyudi – Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Kantor Cabang Surabaya

Perlu di ketahui, Dalam kegiatan cangruk bareng dengan awak media secara offline tetap mematuhi Protokol kesehatan sebelum acara dimulai masing masing di swab Antigen oleh BPJS Kesehatan.

dny

LEAVE A REPLY