Pertemuan PAN-PKS, Bahas Demokrasi sampai Impor Pangan

0
411
Ketum DPP PAN Zulhas memberikan keterangan pers usai menerima kunjungan DPP PKS, Jumat (21/5/2021). Foto : Alma/nawacita

Jakarta, Nawacita – Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menerangkan pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera yang baru saja digelar di Sekretariat DPP PAN, Jumat (21/5). Menurutnya pertemuan antar partai politik (parpol) harus dilakukan tidak hanya PAN dan PKS saja, melainkan semua parpol untuk terus bersinergi.

“Perlu pemikiran bersama-sama, tidak hanya PAN PKS tapi semua parpol, semua stakeholder jarena demokrasi kita, disamping yang sudah ada hasilnya banyak yang perlu didiskusikan dan waspadai. Misalnya demokrasi hasilkan harmoni tapi yang terjadi adalah disharmoni,” kata Zulkifli Hasan, saat konferensi pers di Sekretariat DPP PAN, Jumat (21/5/2021).

Selain itu, Zulkifli mengatakan pertemuan tersebut juga membahas tentang ketergantungan Indonesia melakukan impor disegala sektor yang menyebabkan kemiskinan serta hutang luar negeri semakin bertambah.

“Kita juga diskusikan sektor yang penting misalnya makan kita tergantung impor, bahkan ada yang beri judul impor itu candu. Bayangkan saja gula, garam, beras, kedelai, sayur buah dll. Itu dampaknya besar dan petani kita alami daya beli hancur karena kalau panen garam lalu masuk impor maka harga hancur,” bebernya.

Oleh karena itu, Zulkifli menilai ada kekeliruan dari demokrasi. Di mana menurutnya demokrasi haris memiliki nilai moral dan value.

“tapi ternyata berubah jadi demokrasi transaksional, melahirkan biaya tinggi. Parpol cari uang banyak yang dipenjara karena parpol butuh uang banyak,” ucap Zulhas.

Dan terakhir, Zulhas mengungkapkan rasa syukurnya atas gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Dan berharap konflik dapat segera usai agar tidak menimbulkan lebih banyak lagi korban jiwa.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY