Tanggung Jawab yang Terlupakan Manusia dengan Alam

0
254

Aceh, Nawacita – Manusia adalah seonggok darah yang diberi nyawa, fikiran, dan bentuk yang sempurna oleh Allah SWT, tujuan diciptakannya juga adalah sebagai khalifah dimuka bumi arti khalifah sendiri adalah pemimpin yang mana manusia dituntut untuk mampu menjaga, melestarikan apa yang telah diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini maka dari itulah mengapa manusia diciptakan dengan bentuk yang sesempurna-sempurna mungkin, bukan hanya karena tugasnya dimuka bumi namun juga karena tanggung jawab menjadi manusia yang sangat besar itu sendiri, sungguh bersyukurnya kita diciptakan sebagai manusia yang berakal, Masya Allah.

Namun, terlampau dari kesempurnaan itu masih banyak manusia yang tidak mampu bersyukur atas hak dan tanggung jawabnya sebagai manusia, masih banyak manusia yang selalu menuntut kepada Sang Pencipta atas keadaan, padahal seberat apapun masalah yang dihadapi pasti memiliki jalan keluar, sesulit apapun kehidupan pasti memiliki titik kebahagian dimasa yang akan datang, manusia juga banyak yang masih menutup mata dan telinga kurang peka terhadap lingkungan serta abai terhadap ciptaan Allah SWT contohnya saja menjaga lingkungan seperti alam.

Alam sendiri merupakan hal yang penting bagi kehidupan, alam menyediakan banyak kebutuhan yang nantinya akan dibutuhkan oleh manusia tidak hanya manusia namun seluruh makhluk hidup, baik hewan, maupun tumbuhan. Manusia, hewan dan tumbuhan adalah simbiosis mutualisme saling membutuhkan satu sama lain, manusia membutuhkan tanaman untuk memperoleh oksigen, tumbuhan membutuhkan manusia untuk merawat dan menjaganya, dan hewan membutuhkan manusia untuk memeliharanya, begitulah siklus kehidupan yang tanpa kita sadari memiliki ketergantungan terhadap satu sama lain.

Tugas utama manusia sebagai khalifah dimuka bumi adalah menjaga seluruh yang ada di bumi, seperti harus pandai memanfaatkan alam sekitar agar tidak ada ciptaan Allah SWT yang terbengkalai dan sia-sia. Seperti beberapa warga di Desa Suka Makmur Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, para warga Desa Suka Makmur sangat lihai dalam memelihara dan mengelola lahan kosong, sebagian orang mungkin malas mengelola lahan yang terbengkalai namun warga disini justru semangat mengelola lahan kosong bahkan bukan lahan kering saja namun lahan basah juga di kelolanya, “saya menanam dilahan orang, memang orangnya itu ngasihkan saja ke saya sengaja, disuruh mengelola dari pada nganggur, ya saya tanamin sayuran seperti bayam, kangkung, kacang panjang, timun, cabai, pare, dan lain-lain” ujar Kasino.

Bekerja sebagai petani bukanlah suatu pekerjaan yang rendah justru bekerja sebagai petani merupakan pekerjaan yang sangat berpengaruh apalagi dalam pembangunan Desa, yang mana apabila petani-petani khususnya petani sayuran sudah memasuki masa panen maka hasil panen tadi akan didistribusikan disekitar desa, jadi masyarakat Desa Suka Makmur tidak perlu harus jauh-jauh keluar desa untuk memperoleh sayuran dan tentunya sayuran yang dibeli langsung dari petani sayuran jauh lebih segar dari sayuran yang dibeli di luar Desa, tidak hanya itu menjadi seorang petani juga memiliki keuntungan yang besar dengan catatan istiqomah dan selalu yakin bahwa perjuangan tidak akan menghianati hasil. “jadi saya itu petani semangka, harga bibitnya itu ga mahal-mahal sekali kok mulai 35 ribuan, dari bibit 35 ribuan itu Alhamdulillah berhasil memperoleh 15.000.000 setiap panennya, dan hal yang udah saya capai dari menjadi petani semangka yaitu mampu membeli tapak tanah yang nantinya akan saya dirikan rumah untuk keluarga saya” tutur Ruswadi.

 

Tanaman sayuran yang ia tanam mampu membantu memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari ia dan keluarganya, baginya bekerja sebagai petani sayuran adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan karena bekerja sebagai petani suatu pekerjaan yang dia sendiri sebagai bosnya dan ia juga mengaku senang melihat tanaman yg ia tanam tumbuh dan berkembang. Karena bagi masyarakat di desa ini dengan menjadi petani lebih bisa hidup mandiri tanpa harus bertergantunga dengan lapangan pekerjaan yang di sedia kan oleh pemerintah.dan dengan adanya petani yang ada di desa ini masyarakat yang ada di sini lebih mudah untuk mendapatkan sayuran-sayuran yang segar yang di hasilkan oleh ladang petani yang ada di desa ini. Tanpa masyarakat yang ada di desa ini harus jauh untuk membeli sayuran-sayuran tersebut kepasar yang jauh dari kampung desa ini.

 

Walau terlihat sudah mencapai kejayaan namun tetap reforma agraria harus selalu dijalankan dan diawasi tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera artinya mengurangi kesenjangan perekonomian, menciptakan lapangan kerja dan penataan ulang kepenguasaan pemilikan tanah, lahan kosong yang digunakan petani tetap harus meniliki surat kepemilikan tanah yang nantinya akan di masukan dalam iuaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari hasil masyarakat yang membayar PBB uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan Desa seperti jalan, transfortasi dan fasilitas yang berfungsi untuk kegiatan masyarakat setempat.

 

Dengan adanya agraria di pedesaan tidak hanya mampu meningkatkan perekononomian masyarakat Desa dan meningkatkan pembangunan Desa juga mampu meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga alam, karena alamlah tempat kita bernaung dari hiruk pikuknya kehidupan, polusi dan masalah didalam hidup, menjaga alam tetap hijau sampai akhir adalah tugas kita semua tidak hanya masyarakat Desa saja namun manusia yang ada di muka bumi, agar nantinya dapat dinikmati oleh anak cucu kita, dengan mampu menjaga dan memanfaatkan alam berarti kita juga mampu menolong sesama makhluk hidup ciptaan Allah SWT serta mampu bertanggung jawab dalam menjalankan tugas wajib kita sebagai khalifah dimuka bumi ini, kalau bukan kita yang memulai siapa lagi?.

Penulis : Evi Dariani, Putri Nursalsabila dan Zainul Muttaqin.

LEAVE A REPLY