Milenial Berkarya bukan Bergaya

0
327

Aceh, Nawacita – Terdengar kata “karya” apa yang terlintas dibenak kamu ?

Yaa, karya berarti sebuah hasil pemikiran kreatif seseorang yang tidak dapat dibatasi.

Sebagai seorang milenial, menghasilkan sebuah karya merupakan sesuatu yang sangat sulit di utarakan melalui kata kata. Karna karya berasal dari bakat seseorang yang terpendam, setiap orang pasti mempunyai bakat sebagai potensi yang harus dikembangkan menjadi prestasi dan menjadi suatu kenyamanan. Banyak orang yang tidak menyadari tentang bakat yang ada pada dirinya sendiri, mereka merasa tidak bisa apa-apa, tidak ada yang bisa di andalkan pada dirinya. 

Padahal jika kita berfikir secara cemerlang, dari bakat yang ada dalam diri kita sendiri bisa menjadi sebuah peluang yang sangat besar untuk berwirausaha. Dengan berwirausaha maka kita dengan bebas membuat segala kreativitas dan inovasi apapun itu melalui bakat yang kita punya. Karna sesungguhnya sembilan dari sepuluh pintu rezeki ialah berdagang atau berwirausaha.

Berbicara Kreativitas dan inovasi merupakan bagian tak terpisahkan dari menghasilkan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Proses untuk menghasilkan hal baru tersebut dapat berasal dari proses imajinatif dari penciptanya sendiri, dapat juga berasal dari informasi dan pengalaman sebelumnya mengenai hal yang akan diciptakan. seorang entrepreneur atau wirausahawan perlu memiliki pemikiran kreatif agar dapat menciptakan sesuatu yang baru, unik, serta bermanfaat bagi orang banyak. 

Indonesia yang kini sudah masuk pada masa pandemi, walaupun pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kegiatan ekonomi, terutama yang terdampak kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Namun, di tengah kondisi seperti ini, ada saja peluang usaha baru yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan dan berkembang. Dan pandemi tersebut juga bukan ajang untuk bermalas malasan, rebahan, atau bahkan ajang seorang milenial berhenti berkarya dan berwirausaha. Tetapi, pandemi seperti inilah kesempatan emas bagi seorang wirausahawan mendapatkan peluang besar di dunia digital, karna saat pandemi ialah saat dimana hampir semua orang rata rata ketergantungan dengan teknologi.

Suatu Negara akan mencapai Kemakmuran apabila jumlah wirausahanya paling sedikit 2 % dari total penduduknya. Di Indonesia diperkirakan sekitar 0,2%. Bandingkanlah dengan tetangga kita Malaysia yang telah memiliki pengusaha sebesar 3%, Singapura 7%, Cina 10%, dan Amerika Serikat memiliki jumlah pengusaha tertinggi yaitu 12,5% dari jumlah penduduknya. Mengingat hal tersebut  maka satu-satunya solusi yang dapat menjawab permasalahan ini yaitu  melahirkan calon pengusaha muda yang tangguh dan profesional terkhususnya di Aceh. karna aceh merupakan suatu provinsi yang kaya akan aneka ragam kebudayaan, suku dan bahasa daerahnya. Mengapa demikian ? dengan adanya banyak keanekaragaman maka akan menjadi suatu peluang untuk kita berbisnis dengan memanfaatkan akan ide ide tradisional yang ada diaceh dan dikaitkan dengan ide ide modern sehingga bisa memunculkan inovasi terbaru.

Contohnya di aceh sangat dikenal dengan namanya “Batik” Batik Aceh sebenarnya sudah ada sejak abad Kesultanan Aceh. sekitar abad ke 13 M motif batik Aceh sudah dipakai. Untuk menguatkan teori ini, kita bisa melihatnya di museum Aceh. disana secara langsung diperlihatkan motif-motif batik pada batu nisan raja-raja Aceh, dan juga dapat di lihat pada ukiran-ukiran yang terdapat pada Rumoh Aceh.

Selain batik, aceh juga dikenal dengan senjata tradisional yaitu “Rencong”. Membahas tentang batik dan rencong, di indonesia ternyata ada sebuah milenial wirausahawan mudabernama “mihalul abrar” yang memanfaatkan akan peluang tersebut. Kini ia sudah menjadi pengusaha sukses dengan usahanya yang bernama “CB Fashion”

CB Fashion sudah ber expansi di berbagai tempat seperti di jakarta dan di kota langsa. CB Fashion ini lebih dikenal oleh masyakarat karna kaya akan khas aceh. Yang mana salah satu produk terlaris yaitu seperti sarung yang berdesain pintu aceh, baju batik yang berdesain senjata rencong tradisional aceh, dan masih banyak hal lainnya.

Selain peluang usaha dari segi fashion, maka tak kalah hal nya seorang milenial terus  berkreatif dari segi kuliner. Kembali lagi di kota langsa, ada sebuah toko kuliner online yang baru baru saja saat ini menjadi bincangan publik terkhususnya dikota langsa yaitu “Lya Cake”. mengapa menjadi bincangan publik saat ini ? karna Lya cake telah menggetarkan jiwa para Milenial yang merasa dirinya banyak membuang waktu secara sia-sia selama ini apalagi dimasa pandemi. Lya Cake telah berhasil memanfaatkan peluang besar saat pandemi ini.

Lya Cake membuat berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat saat pandemi. seperti kue basah, kue Tar ulang tahun, kue Timpan, Nasi Tumpeng, bahkan lauk pauk sebagai pendamping nasi pun tersedia. Dan uniknya lagi Lya Cake inikreativ ssekali, mampu membuat permintaan sesuai keinginan pelanggan. seperti halnya kue ulang tahun berbentuk karakter Doraemon, Hello Kitty, mobil Tayo, kue bentuk hati dan sebagainya.

Dan yang membuat masyarakat nyaman berbelanja di Lya Cake ialah harganya yang relatif murah dan pelayanan “Free Delivery”. Pandemi sekarang membuat masyarakat selain “mager” namun membuat masyarakat takut akan keluar dari rumah. Maka dari itu tak heran jika Lya Cake menjadi kuliner yang sangat diminati terlebih lagi untuk anak kos karna harganya yang murah dan pengantaran sampai depan rumah.

Dalam segi pemasaran, ia memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Lya Cake pun menyatakan bahwa hal ini adalah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Dari penjualannya, ia bisa mendapatkan laba bersih mulai dari empat juta sampai lima juta perbulan .
Hal ini menunjukkan bahwa peluang usaha makanan yang dipasarkan melalui daring cukup menjanjikan. Salah satu faktornya adalah semakin meningkatnya kebutuhan dan gaya hidup masyarakat saat ini. Data dari Parama Indonesia, salah satu lembaga yang membantu perusahaan startup berkembang menyatakan, sektor kuliner Indonesia tumbuh rata-rata 7% hingga 14% per tahun dalam lima tahun terakhir.

Jadi, sebagai seorang Milenial generasi penerus bangsa Tetaplah kreatif, teruslah aktif. Hidup indah dengan berkarya. Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen), berinisiatif, memiliki motif berprestasi, memiliki jiwa kepemimpinan, dan berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan.


Terus semangat untuk mengajak generasi muda se-Nusantara menjadi pengusaha muda pemula ini, dengan begitu kita dapat membuka lapangan kerja seluas luasnya. Berbisnislah disaat ekonomi masih mencukupi dan tubuh masih sehat, jangan memulai bisnis disaat terjepit. karna berbisnis butuh waktu untuk membangun proses. Mari berwirausaha melalui karya hingga kita menjadi kaya akan bakat diri sendiri. Kata “Karya dan kaya” hanya dipisahkan oleh huruf “R” yaitu ragu. Maka dari itu untuk menumbuhkan dalam diri dua kata tersebut jangan pernah ragu

Penulis: Putri Sapryana – IAIN Langsa

LEAVE A REPLY