Tolak Impor, Golkar Jatim Instruksikan Kader Beli Beras ke Petani

0
641

SURABAYA, Nawacita – Ketua DPD Golkar Jawa Timur M Sarmuji menginstruksikan seluruh Pengurus dan Anggota Fraksi Partai Golkar di Jawa Timur membeli beras langsung dari petani. Gerakan beli beras langsung dari petani ini untuk meningkatkan sisi permintaan beras di pasaran.

“Dengan membeli beras langsung dari petani dengan harga pasar untuk kebutuhan satu hingga dua bulan ke depan maka harga di tingkat petani akan naik karena besarnya permintaan serta pendeknya arus distribusi beras,” ujarnya.

Sarmuji menambahkan apabila gerakan ini diikuti oleh masyarakat secara luas, maka penyerapan beras akan semakin cepat saat panen raya nanti. Ia berharap peran Bulog sebagai penyangga utama harga beras semakin kuat. “Tapi sepertinya Bulog selalu keteteran di saat panen raya. Sehingga lebih baik membeli beras dari petani untuk kebutuhan minimal sebulan atau dua bulan ke depan,” tegasnya.

PEDULI PETANI: Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji (tengah) dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Kodrat Sunyoto (kiri) serta pengurus lainnya membeli beras di penggilingan padi Desa Laban. (ISTIMEWA)

Lebih lanjut Sarmuji juga berharap gerakan beli beras ke petani ini bisa menjadi gerakan gotong royong antar warga. Beras yang disimpan oleh masyarakat untuk kebutuhan konsumsi sebulan hingga dua bulan ke depan dijamin tidak akan rusak. “Saya yakin beras yang disimpan masyarakat untuk kebutuhan sebulan atau maksimal dua bulan kualitasnya tetap terjaga dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur Kodrat Sunyoto merespon instruksi tersebut dengan membeli beras maupun gabah kering. Menurutnya ia membeli beras kepada petani yang sedang menggilingkan gabahnya di penggilingan padi Desa Laban Kecamatan Menganti Gresik. “Untuk gabah kering saya diberi harga saat Rp 4200 per kilogram, tapi saya beri Rp 5000. Nah untuk beras saya diberi harga 9.200 tapi saya beri Rp 10.000,” katanya.

Kodrat mengaku membeli beras tersebut untuk kebutuhan selama 2 bulan mendatang. Menurutnya gerakan membeli beras petani ini merupakan langkah yang cukup produktif untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Selain itu menstabilkan harga beras bagi petani,” tuturnya.

Terpisah Kepala Perum Bulog Divre Jatim Khozin memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tercukupi. Menurutnya stok beras yang ada di Jatim saat ini jumlahnya sekitar 210.000 ton. “Artinya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan beras di masyarakat saat Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya

Menurutnya, Bulog saat ini sedang konsentrasi di penyerapan gabah petani. Khozin memastikan stok beras di Jatim akan terus bertambah, karena pihaknya terus melakukan penyerapan yang jumlahnya mencapai 1.500 hingga 2.000 ton per hari. “Masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras karena jumlah itu lebih dari cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Jatim,” jelasnya.

Berdasar data angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Jawa Timur pada tahun 2020 sebesar 9,94 juta ton gabah kering giling (GKG), atau setara dengan produksi beras sebesar 5,71 juta ton (setelah dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk). Sementara potensi produksi padi Jawa Timur sampai dengan semester 1 (Januari – Juni 2021) adalah 7,18 juta ton GKG. Jumlah yang dihasilkan pada bulan Maret ini diperkirakan dpt mencapai 3,69 juta ton GKG. Jp

LEAVE A REPLY