Kubu Moeldoko Tuding Ada Penyusupan Ideologi Radikal di Demokrat

0
317
Moeldoko Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Jakarta, Nawacita – Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Moeldoko. menyebut salah satu alasannya menerima pinangan sebagai ketua umum Demokrat pro KLB, karena ada kecenderungan tarikan ideologis di tubuh Demokrat. Apa maksudnya?

Jubir Demokrat versi KLB Muhammad Rahmad menjelaskan bahwa ada ideologi dimaksud adalah radikal di tubuh Partai Demokrat.

“Menyelamatkan partai dari pengelolaan sewenang-wenang dan menyelamatkan partai dari penyusupan ideologis radikal yang dapat merusak masa depan demokrasi kita,” kata Rahmad kepada wartawan, Senin (29/3).

Rahmad menuding, semasa SBY menjadi Presiden, paham radikal tumbuh subur dan seakan akan mendapat tempat di Indonesia.

“Efek negatifnya kita rasakan sekarang, di mana intoleran berkembang, penyebaran hoaks merajalela dan tuduhan-tuduhan dan fitnah menjadi halal dan mudah sekali memutarbalikkan fakta. Yang kasihan adalah masyarakat luas yang disuguhi informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Bahkan, ketika organisasi organisasi radikal itu dibubarkan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi, Rahmad mengaku pihaknya mendeteksi bahwa mereka mencari tempat berlindung di antara ke dalam Partai Demokrat.

“Setidaknya, kelompok radikal itu merasa nyaman dengan Partai Demokrat. Apalagi jika dikasih ruang untuk masuk ke dalam legislatif, maka itu akan membahayakan masa depan Indonesia,” urai Rahmad.

“Oleh karena itulah, Pak Moeldoko bersedia memimpin partai demokrat dengan segala risiko yang harus dihadapi. Demi masa depan demokrasi, demi masa depan Indonesia agar partai demokrat terhindar dari pengaruh-pengaruh radikal yang akan membahayakan masa depan bangsa dan negara,” tegas Rahmad.

Sebelumnya, pernyataan Moeldoko itu disampaikan lewat akun Instagramnya dalam sebuah petikan wawancara.

“Ada kecenderungan tarikan ideologis juga terlihat di tubuh Demokrat. Jadi ini bukan sekadar menyelamatkan Demokrat, tetapi juga menyelamatkan bangsa dan negara,” ungkap Moeldoko.

LEAVE A REPLY