Kementerian Koperasi dan UKM Upayakan Bunga KUR Kembali Dipangkas

0
46

Jakarta | Nawacita – Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan sejumlah stimulus untuk usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Diharapkan stimulus ini bisa menjadi upaya nyata untuk membangkitkan perekonomian nasional.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan modal usaha bagi UMKM yang bersifat mudah diakses, antara lain KUR, KUR super mikro. Selain akses ke modal kerja, kementerian juga tengah mengupayakan agar di 2021 suku bunga KUR bisa dipangkas.

“Sedang dalam pembahasan agar suku bunga KUR bisa lebih rendah, yang sekarang 9 persen bisa diberikan lebih rendah bagi yang terdampak COVID-19. Kemudian pembiayaan melalui LPDB, akan dilanjutkan baik besaran, ataupun lebih mudah diakses,” kata Arif dalam acara BRIncubator Goes to Cluster bertema UMKM BRIlian, Kamis (11/2/2021).

Lebih lanjut, Arif mengatakan, peran UMKM dalam perekonomian Indonesia sangat penting. Dimana kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 57 persen. Angka ini bisa ditingkatkan karena jumlah pelakunya sangat besar 64,1 juta atau setara dengan 99 persen pelaku usaha di Indonesia.

“Apa yang bisa dioptimalkan adalah kontribusi pelaku UMKM terhadap PDB kita tingkatkan bersama dari waktu ke waktu, kita sudah punya pendekatan yang sudah bagus, dari pelatihan mentoring, konsultasi ataupun inkubator, salah satunya forum ini,” katanya.

Selain itu, berdasarkan proyeksi yang ada, perekonomian diharapkan dapat didorong ke tingkat pertumbuhan yang positif, dan memberikan sumbangsih yang besar kepada masyarakat.

Ia juga menyadari bahwa UMKM di Indonesia mengalami sejumlah kendala diantaranya, kemampuan memaksimalkan pemasaran baik offline maupun online yang belum optimal.

“Oleh karena itu forum-forum yang diselenggarakan berbagai pihak akan sangat bermanfaat dan dengan melalui inkubator akan memberikan dampak kepada UMKM terhadap manajemen kualitas dan memasarkan produk-produknya.

Arif juga menyebut UMKM menghadapi masalah inovasi dalam produk dan jasa. Padahal, banyak sekali kementerian dan lembaga yang mempunyai kegiatan-kegiatan perlindungan dan pemberdayaan kepada UMKM.

“Termasuk untuk inovasi, kami sudah berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Kemenristekdikti untuk keperluan inovasi yang bisa dimanfaatkan UMK, tidak perlu mengeluarkan investasi yang mahal,” ujarnya.

Kemudian, keterbatasan UMKM lainnya adalah kemampuan mengakses pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Oleh karena itu, pihaknya siap mendukung peningkatan kapasitas produksi melalui sejumlah stimulus yang dimaksud.

Liputan6

LEAVE A REPLY