Jokowi: Negara Lain Lockdown Total, Ekonomi Jatuh!

0
73

Jakarta | Nawacita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak habis pikir dengan keputusan suatu daerah yang melaksanakan karantina wilayah atau lockdown yang mencakup satu kota.

Berbicara saat memberikan pengarahan dalam peresmian pembukaan Munas IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, Jokowi menilai karantina wilayah melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro lebih efektif.

“Jangan sampai karena virus hanya satu orang, satu RT, yang di-lockdown seluruh kota. Jangan sampai yang terkena virus misalnya dari kelurahan, yang di-lockdown satu kota. Untuk apa? Ini yang sering kita keliru,” kata Jokowi, Kamis (11/2/2021)

Baca Juga : Presiden Minta Kepala Daerah Buat Kebijakan Tak Hambat Ekonomi, LaNyalla: Masih Banyak Hambatan Ekonomi di Daerah

Ia meminta para wali kota betul-betul memahami sebaran Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Menurutnya, setiap kepala daerah perlu mengetahui secara detail sebaran kasus di wilayahnya.

“Ngerti betul sampai ke tingkat kelurahan RT & RW. Enggak bisa lagi satu kota di-lockdown,” katanya.

Jokowi lantas mencontohkan lockdown dalam skala masif di sejumlah negara. Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pembatasan semacam itu hanya akan merugikan semua pihak.

“Melihat proses yang dilakukan negara lain me-lockdown seluruh negara, lockdown satu provinsi, satu kota, ekonomi jatuh. Jadi hati-hati mengenai ini,” katanya.

CNBC

LEAVE A REPLY