KPU Jelaskan Soal Kontroversi Konser Musik di Pilkada 2020

0
153
Ilustrasi Kontroversi Konser Musik di Pilkada 2020.
Ilustrasi Kontroversi Konser Musik di Pilkada 2020.

JAKARTA, Nawacita – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluruskan soal polemik aturan yang memperbolehkan konser musik yang digelar saat tahapan kampanye Pilkada 2020. Sebelumnya, aturan ini menuai kontroversi di masyarakat mengingat Pilkada juga digelar di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz, mengatakan, aturan tersebut masih dalam rancangan yang nantinya akan dijadikan peraturan KPU (PKPU). Namun kata dia, dalam merancang sebuah peraturan, KPU masih mengacu pada peraturan Pilkada pada tahun sebelumnya.

“Pointnya adalah, peraturan ini belum final, kita masih melakukan harmonisasi peraturan tersebut,” kata Viryan dalam diskusi daring bertajuk ‘Kampanye Pilkada di tengah Virus Corona’, Sabtu (19/9/2020).

Baca Juga: Gerindra Usulkan Konser Musik di Pilkada 2020 Tak Perlu Diberi Izin

Dia melanjutkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini semua kegiatan yang dilakukan dalam tahapan Pilkada ini harus disesuaikan dengan protokol kesehatan. Dan itu, kata dia, juga sudah diatur dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020.

Dalam PKPU Nomor 6 tertuang jelas bahwa semua hal yang terkait dengan kegiatan yang berpotensi melanggar protokol Covid-19 seperti kerumunan misalnya, maka itu tidak dimungkinkan dan dilakukan secara daring. “Jadi sebenarnya sudah ada pengaturan secara umum tentang itu,” ujarnya.

Baca Juga: KPU Izinkan Para Peserta Pilkada 2020 Gelar Konser Musik

Mengingat aturan kontroversial ini masih dalam rancangan, KPU ke depan akan menetapkan aturan kampanye dengan mempertimbangkan masukan dan tanggapan masyarakat.

Oleh karena itu, dia menjelaskan, bukan saja soal konser musik, tapi juga kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada saat tahapan kampanye. “Kan ada juga jalan sehat, kemudian ada juga rapat umum, itu kami sangat memperhatikan masukan dan tanggapan masyarakat,” pungkasnya.

oknws.

LEAVE A REPLY