Deretan Kasus Mutilasi yang Bikin Heboh di Indonesia

0
130
Kasus Mutilasi di Kalibata City.
Kasus Mutilasi di Kalibata City.

JAKARTA, Nawacita – Kasus mutilasi bukan pertama kali terjadi. Peristiwa pembunuhan yang amat mengerikan itu sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Seperti yang baru-baru ini terjadi, di mana ditemukan mayat di lantai 16 Apartemen Kalibata City dengan kondusi tidak utuh. Kami akan merangkum sejumlah kasus mutilasi yang beberapa kali terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, berikut ulasannya:

1. Mutilasi di Kalibata City

Rinaldi Harley Wismanu (32) jadi korban pembunuhan. Jenazahnya ditemukan pada Rabu 16 September 2020 di Apartemen Kalibata City dalam kondisi tak lagi utuh atau telah dimutilasi. Rinaldy awalnya dilaporkan keluarga hilang sejak 9 September 2020. Belakangan polisi berhasil menemukan Rinaldi dalam keadaan tewas. Ia dibunuh oleh sepasang kekasih karena motif ekonomi.

Mulanya Rinaldy berkencan dengan seorang pelaku inisial LAS (27) melalui aplikasi tinder. LAS dan korban kemudian bertemu di salah satu apartemen di kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Timur. Namun, di sana telah lebih dulu hadir DAF yang kemudian menghabisi korban. Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam Pasal 340 juncto Pasal 338 juncto Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun.

Baca Juga: Berikut Rekam Jejak Laeli si Pelaku Mutilasi saat Kuliah di UI

2. Siswi di Bengkulu Dimutilasi

Astrid Aprilia (15), siswi asal Gang Palem, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, diduga dibunuh sopir angkot berinisial Yo (30), dengan cara dicekik. Jasad korban lalu dimutilasi menjadi beberapa bagian.

Untuk menghilangkan jejak, potongan tubuh dimasukkan ke dalam karung kemudian dibuang ke bawah jembatan di atas Sungai Air Merah oleh tersangka. Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika mengatakan, korban sudah mengenal tersangka sejak masih SMP, karena sering naik angkot tersangka untuk ke sekolah.

Jeki menjelaskan korban dibunuh di rumah tersangka berinisial YO di Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur. Awalnya pada Jumat 8 November, Astrid diminta oleh Yo datang ke rumahnya untuk dititipkan kado agar diberikan ke rekan korban. Tanpa pikir panjang, Astrid pun datang sendiri ke rumah tersangka menggunakan sepeda motor. Korban sempat berpamitan pada neneknya untuk pergi ke tempat fotokopi sebelum berangkat.

Saat tiba di rumah Yo, korban mengambil air minum di belakang rumah tersangka. Namun tak lama berselang, tersangka mendekati korban dan langsung mencekik leher Astrid hingga tak berkutik. Pelaku lalu melucuti pakaian korban untuk dimutilasi. Jasad korban lalu dibuang ke Sungai Air Merah di Kecamatan Curup Tengah.

Setelah membunuh dan memutilasi korban, tersangka kembali beraktivitas seperti biasa membawa angkot. Pada Selasa 19 November 2019, tersangka meminta tebusan Rp100 juta kepada anggota keluarga korban. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi.

Pada Desember 2019, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rejang Lebong. Polisi akhirnya menyelidiki kasus ini. Lewat petunjuk kartu seluler korban yang masih aktif, tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka. Minggu 19 Januari 2020, tersangka ditangkap saat mengendarai angkot.

Dari hasil interogasi terungkap bahwa Astrid sudah dibunuh dan tubuhnya dibuang. Jasad korban baru ditemukan pada Selasa 21 Januari 2020 dalam kondisi tak utuh bahkan ada yang tinggal tulang belulang. Saat ini tengkorak kepala dan bagian tulang belulang korban telah di bawa ke RSUD M Yunus Bengkulu, untuk diautopsi.

3. Oknum TNI Mutilasi Pacar

Prada Deri Pramana (21) Tamtama Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru menjalani pendidikan di Kodam II/Sriwijaya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran telah membunuh dan memutilasi pacarnya, yakni Vera Oktaria (21).

Jenazah Vera Oktaria (21) ditemukan tewas di sebuah kamar penginapan yang ada di kawasan Sungai Lilin, Musi Banyuasin dalam keadaan yang mengenaskan pada 10 Mei 2019 lalu. Vera ditemukan sudah mulai membusuk serta salah satu tangan sudah terpotong. Di samping mayat korban juga ditemukan dua buah koper hitam yang diakui oleh Prada Deri Pramana untuk menyimpan jenazah korban.

Belakangan terungkap motif pembunuhan yang dilakukan Prada Deri yakni berawal dari cekcok antara pelaku dan korban. “Vera Oktaria minta dinikahi Deri Pramana. Hal tersebut membuatnya gelap mata dan membunuh korban,” ujar Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Johan Darmawan.

“Vera Oktaria minta dinikahi Deri Pramana. Hal tersebut membuatnya gelap mata dan membunuh korban,” ujar Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Johan Darmawan.

“Prada DP berhasil ditangkap saat berada di salah satu Padepokan yang berada di daerah Serang Banten, setelah sebelumnya terlebih dahulu melalui koordinasi dengan pemilik Padepokan tersebut”, tutur Kapendam.

Baca Juga: Polisi Malaysia di Bantu KBRI Identifikasi Korban Mutilasi

4. Bocah 9 Tahun Tewas Dimutilasi

Pembunuhan sadis seorang bocah berusia 9 tahun terjadi di Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan (Kalsel). Korban tewas dipenggal pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa saat sedang belajar kelompok.

Informasi yang dirangkum, peristiwa keji itu terjadi di Desa Limpasu RT 8 RW 4, Selasa 17 September 2019. Berawal saat korban siswa SD kelas IV sedang belajar bersama dua temannya di teras rumah pelaku bernama Akhmad (35).

Korban masih punya hubungan keluarga dan sudah terbiasa bermain dan belajar bersama-sama temannya di rumah pelaku. Tiba-tiba pelaku datang dengan memegang parang dan langsung menganiaya korban hingga tewas termutilasi. Melihat kejadian tersebut, dua temannya lari menyelamatkan diri dan menceritakan kepada warga sekitar.

“Di waktu-waktu tertentu, pelaku seperti orang waras bahkan bisa bekerja dan membantu masyarakat. Jika pelaku kesurupan, maka dia memang mengamuk,” kata seorang warga yang enggan namanya disebutkan dikutip wartawan.

Usai melakukan aksi kejinya, pelaku melarikan diri ke belakang rumah dan menyimpan parangnya di bawah pohon bambu. Warga yang tahu kejadian tersebut langsung menangkapnya. Tangan dan kakinya diikat sambil menunggu kedatangan polisi.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sabana Atmojo mengatakan kasusnya telah ditangani dan pelaku sudah ditahan. Sementara jenazah korban dibawa ke RSHD Barabai untuk dilakukan visum.

5. Ryan Jombang Memutilasi 11 Korban 

Very Idham Henyansyah alias Ryan asal Jombang, Jawa Timur telah membunuh 11 orang. Mengutip dari Surya.co.id, Ryan memang sebuah fenomena sehingga layak masuk dalam catatan sejarah kelam umat manusia. Nama Ryan, setidaknya di Indonesia, akan dikenang sama kejam dan sama jahatnya dengan Jack the Ripper, Ted Bundy, dan kawan-kawannya, para pembunuh berantai dunia.

Tahun 2008 Ryan menjadi tersangka pembunuhan 11 orang di Jombang dan Jakarta. Paling tidak, pemberitaan yang “berlebih” itu telah menguak sedikit siapa sosok Ryan dan siapa saja sosok 11 korban yang “dihabisi” di Jakarta (satu orang) dan di Jombang (10 orang).

Bahkan, motif pembunuhan berantai juga sudah terkuak yakni cemburu dan materi atau ekonomi. Motif cemburu terungkap dalam kasus mutilasi terhadap teman dekatnya Heri Santoso hingga tujuh potongan di Depok, lalu dibuang di Jl Kebagusan, Jakarta (12/7/2008). Sementara itu, dalam kasus pembunuhan 10 orang di belakang rumah orangtua Ryan di desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jatim, selama kurun 2006-2008 terbukti bermotif materi/ekonomi.

oknws.

LEAVE A REPLY