PSK Jalankan Protokol Kesehatan dengan Memakai Jas Hujan

0
185

Nawacita – Banyak Pekerja Seks Komersial (PSK) di Bolivia mengatakan bakal balik kerja dengan pake jas hujan tembus pandang.

Selain itu, pakaian lain yang dipake sebagai pelindung adalah sarung tangan dan menyemprotkan cairan pemutih di tempat-tempat tertentu.

Menurut mereka, rekomendasi itu diberikan oleh Organisasi Pekerja Malam Bolivia (OTN-B), demi menjaga keamanan semua orang.

Prostitusi di negara Amerika Selatan itu legal dan diatur di rumah bordil berlisensi. Setelah menerapkan lockdown pada Maret, kini pembatasan sedikit diringankan di Bolivia.

Akan tetapi beberapa pekerjaan termasuk PSK  masih dibatasi jam kerjanya, dan jam malam juga masih berlaku di sana.

Dilansir dari BBC pada Kamis (16/7/2020), Vanesa yang merupakan single mother dari dua anak mengatakan, dia perlu bekerja untuk membiayai studinya.

Klien-klien kami menghargai masalah keselamatan, bahwa kami mengambil langkah-langkah ini demi keamanan kami, tapi juga untuk mereka,” katanya.

Pekerja lainnya yang bernama Antonieta mengatakan, dia memakai masker wajah kertas, kacamata plastik, sarung tangan, dan jas hujan.

Dia juga menyemprotkan cairan pemutih ke tiang yang digunakannya saat menari di rumah bordilnya.

“Pakaian biosekuriti memungkinkan kami bekerja dan melindungi diri kita sendiri,” ucapnya dikutip dari BBC.

OTN-B bulan lalu bertemu dengan Kementerian Kesehatan Bolivia, untuk menyerahkan buku setebal 30 halaman yang berisi panduan menjaga keamanan bagi wanita.

Lily Cortes sebagai perwakilan dari serikat PSK Bolivia mengatakan, ini adalah masa sulit bagi semua orang, tetapi pembatasan menempatkan perempuan pada risiko besar.

“Kami juga bagian dari masyarakat Bolivia, kami adalah pekerja seks, wanita, bibi, dan nenek yang juga harus khawatir tentang jam kerja kami.”

Sayangnya para pekerja seks akan bekerja di jalanan dan hasilnya akan lebih buruk,” pungkasnya.

Hingga Sabtu (18/7/2020) pagi WIB Bolivia mencatatkan total lebih dari 54.000 kasus Covid-19, dengan 1.984 korban meninggal dunia. Pekan lalu Presiden Interim Jeanin Anez Chavez mengumumkan di Twitter kalo dia positif tertular Covid-19.

Meski jumlah kasus virus corona dan kematiannya terhitung rendah, ada keraguan itu karena minimnya pengujian di Bolivia, yang merupakan salah satu negara miskin di kawasannya.

Data dari Worldometers menunjukkan, jumlah tes virus corona di Bolivia sangat rendah. Hanya 117.111 tes sampai hari ini, yang artinya hanya 10.027 tes per 1 juta populasi.

HAI

 

LEAVE A REPLY