Whisnu Prioritaskan Hutan Kota untuk Pembangunan Surabaya Barat

0
231

Surabaya, Nawacita – Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya mengatakan, Pemerintah sedang memprogram pembangunan Hutan Kota di wilayah Pakal-Benowo, di sekitar Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Setidaknya, di sana Pemkot memiliki lahan sebesar 15-17 Hektar. Hutan Kota itu akan menyerupai Botanical Garden di Singapura.

Tujuan kami ke sana. Karena memang, polusi di Surabaya barat, utamanya daerah Benowo itu tinggi. Selain banyak pabrik, juga dekat wilayah tol,” kata Whisnu, dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2020).

Dia menilai, pembangunan hutan kota sangat penting untuk mengatur cuaca dan iklim di Kota Surabaya. Terutama Surabaya Barat. Sehingga bisa mereduksi polusi secara masif, dan membuat ‘alat pendingin’ alami.

Pembangunan Hutan Kota di wilayah Surabaya Barat itu, selain jadi prioritas di akhir masa jabatannya juga akan menjadi salah satu program utama dirinya, bila terpilih jadi Wali Kota Surabaya periode selanjutnya.

Tujuan kami ke sana. Karena memang, polusi di Surabaya barat, utamanya daerah Benowo itu tinggi. Selain banyak pabrik, juga dekat wilayah tol,” kata Whisnu, dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2020).

Dia menilai, pembangunan hutan kota sangat penting untuk mengatur cuaca dan iklim di Kota Surabaya. Terutama Surabaya Barat. Sehingga bisa mereduksi polusi secara masif, dan membuat ‘alat pendingin’ alami.

Pembangunan Hutan Kota di wilayah Surabaya Barat itu, selain jadi prioritas di akhir masa jabatannya juga akan menjadi salah satu program utama dirinya, bila terpilih jadi Wali Kota Surabaya periode selanjutnya.

Karena itu, untuk memperlancar pembangunan, Whisnu akan berkoordinasi dengan seluruh pihak. Baik pemerintah pusat juga pemerintah provinsi. Karena baginya, membangun Surabaya tidak bisa sendirian.

Whisnu juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki perhatian dalam pembangunan Hutan Kota, sehingga hutan kota itu tak dibangun seadanya tetapi memenuhi unsur manfaat.

“Kami akan sesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) pusat dan provinsi. Karena selain untuk hutan kota, ya, juga bisa jadi wisata. Akan meningkatkan pariwisata dan dana,” katanya.

ss

LEAVE A REPLY