22 Dokter Residen FK Unair Dikabarkan Kena COVID-19, Pemkot Lakukan Tracing

0
252
Foto: Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita
Foto: Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita

Surabaya, Nawacita – Beredar kabar 22 dokter residen peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK Unair terpapar COVID-19. Mereka tengah menjalani PPDS di RSU dr Soetomo.

Mendengar kabar tersebut, Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita langsung mendatangi RSU Soetomo. Kedatangannya untuk berkoordinasi dan memastikan kebenarannya.

“Kita dari Gugus Tugas selalu melakukan tracing. Tadi ke RS dr Soetomo untuk melakukan tracing eksternal,” kata Feny, sapaan akrab Febria, Sabtu (20/6/2020).

Feny menjelaskan, RSU Soetomo sudah melakukan tracing internal. Namun, untuk tracing eksternal RSU Soetomo meminta bantuan Pemkot Surabaya agar cepat mendeteksi penyebarannya.

Kini, Pemkot Surabaya masih menunggu data pendukung dari pihak manajemen rumah sakit. Agar tracing eksternal bisa dilakukan dengan cepat sesuai data yang diterima.

“Kami akan melakukan tracing eksternal setelah mendapatkan data dari RS dr Soetomo. Datanya kita masih menunggu. Setelah pertemuan tadi, besok (kami) akan bersurat kalau misalnya datanya belum ada,” jelasnya.

Dia menilai, jika tracing eksternal tidak segera dilakukan, berbahaya bagi masyarakat lainnya. Sebab, mereka yang diduga terpapar COVID-19 ini sebelumnya tidak diketahui bertemu dengan siapa saja dan dari mana saja.

“Karena kalau tidak dapat data, tidak melakukan tracing, maka di masyarakat itulah nanti yang berbahaya. Karena kalau kita tracing, harus diputus mata rantai COVID-19 dan harus ada tindak lanjut dari orang terdekat, kontak erat,” pungkasnya.

Detik.com

LEAVE A REPLY