Bursa Pimpinan Komisi Yudisial Diramaikan Wajah-wajah Lama

0
223
Gedung Komisi Yudisial Republik Indonesia
Gedung Komisi Yudisial Republik Indonesia

Jakarta, Nawacita – Pansel Pimpinan Komisi Yudisial (KY) meluluskan 108 nama lolos seleksi administrasi. Dari nama-nama itu, masih ada muka-muka lama yang ikut meramaikan bursa pengawas hakim itu.

Dikutip dari lampiran keputusan Pansel, Minggu (21/6/2020), terdapat nama Sukma Violetta. Perempuan pertama yang menjadi Pimpinan KY 2015-2020 itu mewakili unsur masyarakat.

Ibu tiga anak kelahiran Jakarta, 10 Agustus 1964 ini memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. Kemudian ia memperoleh gelar LL.M dari University of Nottingham, Inggris pada tahun 1997.

Ibu tiga anak ini memulai karier sebagai pengacara di LBH Jakarta-YLBHI pada tahun 1987-1990, kemudian bergabung di Gani Djemat & Partners sejak tahun 1990 hingga tahun 1992. Ia juga pernah menjadi konsultan Legislasi pada tahun 2002-2003 di Sekretariat DPR-RI.

Kemudian kariernya lebih banyak dihabiskan untuk upaya perbaikan peradilan di Indonesia. Tercatat, istri dari Arsul Sani ini pernah menjadi konsultan Reformasi Hukum dan Peradilan di Partnership for Governance Reform in Indonesia tahun 2003-2006.

Ada juga Pimpinan KY 2015-2020 Sumartoyo yang kembali ikut mendaftar untuk periode 2020-2025. Sumartoyo menjalani karier yang cukup panjang di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sejak tahun 1991-2011 dengan jabatan terakhir sebagai Assistant Vice President Legal Counsellor.

Kemudian ia beralih menjadi advokat di Kantor Hukum Toyo & Partners pada tahun 2013-2015. Pada 2012, ia menyelesaikan S3 Hukum Bisnis di Univeritas Padjajaran (Unpad).

Pimpinan KY 2015-2020 Joko Sasmito juga ikut mendaftar. Joko merupakan pimpinan KY pertama berlatar belakang militer.

Selepas tamat dari STM Pembangunan Negeri Surabaya pada tahun 1979, Joko Sasmito bergabung dengan TNI. Dalam rentang tahun 1980-1985, sebagai Komandan Regu Batalyon Infanteri 512 Malang, ia terlibat dalam Operasi Timor-Timur.

Ayah dua orang puteri ini kemudian meraih gelar Sarjana Hukum di Perguruan Tinggi Hukum Militer Hukum pada tahun 1994. Kemudian di tahun 2000, ia melanjutkan kuliah S2 di Universitas Airlangga jurusan Ilmu Hukum.

Joko mulai menjadi hakim militer degan menjadi Kataud Mahkamah Militer III-13 Madiun pada tahun 2000. Pada tahun itu pula, ia menjadi hakim militer di instansi yang sama.

Pada 2011, ia meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya. Setelah menjadi Kepala Pengadilan Militer I-06 Banjarmasin dan Wakil Kepala Pengadilan Militer II-08 Jakarta, ia menjadi salah satu Anggota KY.

Selain pimpinan aktif, ada pula Taufiqurrohman Syahuri. Taufiq pernah menjadi Pimpinan KY 2010-2015 dan kini menjadi dosen di FH Universitas Veteran, Jakarta.

Jenjang pendidikan yang ditempuh yaitu lulusan Fakultas Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta 1985, Magister Ilmu Hukum dari Program Pascasarjana UI Jakarta tahun pada 1993 dan Program Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana UI pada tahun 2003.

Detik.com

LEAVE A REPLY