Izin Simpang Siur, Proyek Kampus 2 UINSA Dihentikan Sementara

0
201

“Potongan video pembangunan kampus 2 UINSA”Surabaya,

Nawacita – Bocornya pipa PDAM Surya Sembada di kawasan Gunung Anyar akibat pembangunan kampus 2 UINSA masih menimbulkan polemik. Kini kelanjutan proyek pembangunan kampus 2 UINSA dikabarkan akan dihentikan sementara waktu. Pasalnya ada dugaan proyek tersebut belum mendapat izin dari Dinas Cipta Karya kota Surabaya.

Aning Rahmawati wakil ketua komisi C DPRD Surabaya mengatakan dalam rapat antara dewan, Dishub, Dinas Cipta Karya, PDAM dan PT. Adhi Karya melalui teleconfrence ada dugaan pelanggaran aturan perizinan dari pihak UINSA. Aning Rahmawati menambahkan, hal ini sempat disampaikan Dinas Cipta Karya saat rapat online pada Selasa 19 Mei 2020.

“Perizinan dari Cipta Karya itu belum keluar. Tapi ternyata proses pembangunan kampus terus berlanjut sampai ada kejadian pipa bocor,” ujar Aning di gedung Dewan pada Selasa 19 Mei 2020.

Aning sapaan akrabnya melanjutkan, memang untuk sementara waktu, proyek tersebut sudah dihentikan. Mengingat adanya kasus kebocoran pipa PDAM yang diduga akibat kesalahan pihak PT. Adhi Karya. Selain itu masih simpang siurnya perizinan juga menjadi alasan proyek dihentikan sementara waktu. Perizinan yang dimaksud yakni izin mendirikan bangunan (IMB).

“Ketika kita tanya ke Cipta Karya apa yang akan dilakukan dinas, ternyata jawabnya dinas proyek sudah dihentikan. Kalau sesuai aturan, ketika perizinan belum dikeluarkan, kan tidak boleh dilakukan proses pengerjaan. Sesuai dengan aturannya proyek harus dihentikan. Apalagi sampai ada jebolnya pipa PDAM,” imbuhnya.

Namun, Aning masih belum bisa memastikan laporan dari dinas Cipta Karya. Selain dinas Cipta Karya belum bisa membuktikan dokumennya, pihak UINSA juga masih belum mengonfirmasi terkait hal ini. Apalagi, UINSA juga tidak menghadiri rapat daring pada hari selasa 19 Mei 2020.

Meskipun demikian, kata Aning, PT. Adhi Karya saat rapat daring, menyebutkan sudah ada izin mengenai Amdal lalu lintas (Lalin). Namun berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur.

“Izin itu kan ada rekom dari Dishub Jatim terkait Amdal Lalin. Kebetulan juga dari UINSA tidak datang rapat, jadi belum bisa konfirmasi. Tapi Adhi Karya kan tidak berurusan dengan perizinan dan rekomendasi. Jadi kita bakal pastikan besok,” terang Aning.

Rencananya pada Rabu 20 Mei 2020, komisi C akan meninjau langsung tempat kebocoran pipa PDAM. Serta akan melihat kelengkapan dokumen izin yang dimiliki UINSA.

Selain itu terkait kebocoran pipa PDAM, Politisi PKS itu mengatakan bahwa PT. Adhi Karya mengaku sudah meninjau terkait tes hole (tes lubang) untuk mengetahui keberadaan pipa. Namun ada dugaaan terjadi pergeseran pipa. Sehingga pipa tertancap tiang pancang.

“Tapi ada dua kemungkinan. Pertama adanya pergeseran atau yang kedua akurasi tes hole tersebut kurang,” tukasnya.

Sementara itu, Mujiaman Sukirno selaku dirut PDAM Surya Sembada mengaku ada perbedaan kesepakatan saat berkoordinasi dengan PT. Adhi Karya maupun UINSA. Menurutnya saat dilapangan PT. Adhi Karya jalan dengan sendirinya. Serta tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Sebelum ada kejadian Kami sudah koordinasi intensif. Namun di lapangan mereka jalan sendiri. Tidak sesuai dengan yang kita bahas” ujarnya saat dihubungi via Whatsapp.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi Achmad Zaini selaku PPK Kampus 2 UINSA mengaku sudah ada koordinasi terkait pipa dengan pihak PDAM. “Penentuan pipa sudah dilakukan bersama dengan PDAM,” terangnya.

Namun saat ditanya terkait surat perizinan, Ia mengaku sudah sesuai prosedur. “Surat sudah sesuai prosedur,” akunya.

Sampai berita ini diturunkan, dari dinas Cipta Karya maupun PT. Adhi Karya masih belum mendapat konfirmasi.

(and)

LEAVE A REPLY