Ilmuwan Temukan Hewan yang Tak Perlu Oksigen

0
274
Henneguya salminicola.
Henneguya salminicola.

SURABAYA, Nawacita Para ilmuwan dari Tel Aviv, Israel, pertama kalinya menemukan jenis hewan yang tidak perlu bernafas untuk bertahan hidup. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam PNAS, menggambarkan parasit seperti ubur-ubur, yang merupakan organisme multiseluler pertama yang diketahui tidak memiliki genom mitokondria. Artinya, ia mampu bertahan hidup tanpa oksigen.

Disebut sebagai Henneguya salminicola, parasit kecil ini hanya terdiri dari sepuluh sel dan menghuni otot salmon. Sebagai anggota kelas Myxozoa, meskipun hewan ini terlihat seperti berudu namun ini terkait dengan keluarga ubur-ubur dan karang, mengingat keduanya mempraktikkan pernapasan aerobik.

Menariknya, Henneguya salminicola seperti mendobrak dinding penghalang untuk mendapatkan energi dan menjadi organisme multiseluler pertama yang diketahui hidup tanpa oksigen.

Baca Juga: Para Ilmuwan Curiga Virus Corona Sengaja Diciptakan

Henneguya salminicola ini ditemukan secara tidak sengaja. Penemuan itu terjadi secara kebetulan ketika parasit tersebut diamati tidak termasuk genom mitokondria, tempat oksigen ditangkap untuk menghasilkan energi. Tanpa fitur sel yang sangat penting ini, parasit tidak dapat memproses oksigen sebagai alat respirasi.

Organisme multiseluler mulai berkembang pertama kali di Bumi pada saat tingkat oksigen melonjak. Secara tak langsung, itu membentuk dasar asumsi bahwa semua hewan harus bernafas secara aerob.

Di sisi lain, telah terjadi beberapa perdebatan mengenai apakah hewan yang hidup di lingkungan anaerob cocok dengan kondisi ini dan penemuan langka tersebut menjadi bukti pertama bahwa hewan dapat hidup tanpa oksigen.

Baca Juga: Menurut Ilmuwan Tidur Siang dapat Tingkatkan Memori Otak

“Secara umum diperkirakan bahwa selama evolusi, organisme menjadi semakin kompleks, dan organisme bersel tunggal atau beberapa sel sederhana adalah nenek moyang organisme kompleks,” ucap Professor Huchon, ketua peneliti dari Faculty of Life Sciences Tel Aviv University dan Steinhardt Museum of Natural History.

Menurutnya, ini adalah hewan yang proses evolusionernya bertolak belakang. “Hidup di lingkungan yang bebas oksigen, ia melepaskan gen yang tidak perlu bertanggung jawab untuk respirasi aerobik dan menjadi organisme yang bahkan lebih sederhana,” terang dia.

Dilansir laman IFL Science, penemuan ini menimbulkan tanda tanya besar tentang asumsi manusia tentang kehidupan di Bumi dan planet lain. Tidak menutup kemungkinan jika lingkungan tanpa oksigen di luar angkasa berpotensi menjadi tempat organisme multiseluler mampu bertahan hidup.

suanws.

LEAVE A REPLY