Hacker Klaim Retas 1,2 Juta Data Akun Bhinneka

0
336
Hacker Klaim Retas 1,2 Juta Data Akun Bhinneka.
Hacker Klaim Retas 1,2 Juta Data Akun Bhinneka.

JAKARTA, Nawacita – Peretasan e-commerce kembali terjadi. Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim berhasil menjual data 10 perusahaan di dark web. Data yang diretas bahkan mencapai 73,2 juta. Dari angka tersebut, sebanyak 1,2 juta di antaranya merupakan data pengguna toko online Bhinneka.

Untuk diketahui, Bhinneka merupakan toko berbasis online asal Indonesia yang menjual barang-barang elektronik hingga solusi digital seperti kamera, printer, software, dan masuk banyak lagi.

Baca Juga: Laboratorium Covid-19 AS dan Inggris Diserang Hacker

Dilansir dari laman ZDnet, Senin (11/5/2020) dari 73,2 juta data, ShinyHunters mematok harga USD18.000 atau sekira Rp268,2 juta, dengan setiap basis data dijual terpisah. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut 10 perusahaan yang berhasil diretas oleh ShinyHunters.

– Aplikasi kencan, Zoosk (30 juta akun)

– Layanan printing, Chatbooks (15 juta akun)

– Platform fashion Korea Selatan, SocialShare (6 juta akun)

– Delivery makanan, Home Chef (8 juta akun)

– Marketplace online, Minted (5 juta akun)

– Portal news online, Chronicle of Higher Education (3 juta akun)

– Majalah Furniture Korea Selatan, GGuMim (2 juta akun)

– Majalah kesehatan, Mindful (2 juta akun)

– Toko online, Bhinneka (1,2 juta)

– Koran Amerika Serikat, StarTribune (1 juta)

Baca Juga: Website Kejaksaan Agung dibobol Hacker

Grup peretas telah membagikan sampel dari beberapa database yang dicuri. Keaslian beberapa database yang terdaftar masih belum diverifikasi saat ini. Namun, sumber-sumber di komunitas intel seperti Cyble, Nightlion Security, Under the Breach dan ZeroFOX percaya ShinyHunters merupakan kelompok peretas yang tidak main-main.

Beberapa pihak percaya kelompok ShinyHunters memiliki hubungan dengan Gnosticplayers yang merupakan kelompok peretas yang menjual belasan juta data Bukalapak pada 2019.

oknws.

LEAVE A REPLY