Ternyata Asap di DPR Karena APAR Error, Bukan Kebakaran

0
232

Jakarta, Nawacita – Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana menglarifikasi peristiwa asap mengepul yang terjadi di Gedung Nusantara III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta siang tadi, yang awalnya diduga telah terjadi kebakaran di lantai 2 gedung tersebut.

Irjen Nana menuturkan, asap putih tebal yang memenuhi Gedung Nusantara III DPR tersebut bukan disebabkan karena adanya kebakaran. Akan tetapi asap tersebut timbul lantaran sistem aerosol pada alat pemadam api ringan (APAR) yang berada di gedung tersebut mengalami error.

“Tidak ada kebakaran. Yang ada bahwa error sistem, jadi sistem pemadam kebakaran di lantai 2 itu ada sekitar 10 aerosol. Jadi sekali lagi saya sampaikan tidak ada kebakaran, yang ada kerusakan sistem,” kata Irjen Nana di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut Nana menjelaskan, bahwa sistem aerosol yang terdapat di APAR memang sangat sensitif untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran. Namun untuk kejadian di DPR sendiri kemungkinan sistem pemadam tersebut error.

Pihak kepolisian pun katanya masih akan terus menyelidiki terkait error sistem aerosol di pemadam otomatis DPR RI. Menurutnya, sistem pemadam otomatis ini sudah sering mengalami error, maka perlu dilakukan penyelidikan lebih dalam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar juga membantah adanya kebakaran. Asap tersebut katanya berasal dari alat detektor api atau tabung aerosol yang error. Karena aerosol hang, muncullah asap putih pekat. Dia mengatakan, DPR memang sedang melakukan perbaikan di gedung tersebut.

“Ini bukan kebakaran. Tapi sistem aerosol yang terlalu sensitif, karena ada renovasi, mungkin dia tersentuh kabelnya. Jadi beberapa titik ini sistemnya itu ada yang hang fungsinya. Sensitif. Memang ini alarmnya sensitif sekali, bukan kebakaran,” kata Indra.

RSA

LEAVE A REPLY