Badru Minta Perubahan Jalan Dilakukan Setelah Pilwali

0
288

Surabaya, Nawacita – Perubahan nama jalan di beberapa ruas Surabaya mendapat sorotan dari salah satu komisi D DPRD Surabaya. Sebab, beredekatannya waktu perubahan nama jalan dan Pemilihan Walikota (Pilwali) dianggap memiliki unsur politis dan ekonomi.

Badru Tama anggota komisi D menanyakan urgensi mengenai perubahan nama-nama jalan tersebut. Ia mengkhawatirkan perubahan nama jalan tersebut bisa dijadikan komoditas politik oleh calon-calon tertentu. Lantaran dengan adanya perubahan nama jalan, secara otomatis akan merubah administrasi penduduk. Mulai dari KK, KTP sampai izin usaha. Laki-laki yang akrab disapa Badru ini menilai, bahwa data kependudukan Surabaya masih amburadul.

“Karena amburadulnya data kependudukan ini, ditambah amburadulnya administrasi nantinya, akan dimanfaatkan oleh calon-calon tertentu,” ujarnya saat ditemui di DPRD Surabaya.

Badru juga menyoroti masih banyaknya warga Surabaya yang belum memiliki KTP. Sehingga hanya memakai surat keterangan (Suket). Menurutnya dari sini saja sudah terlihat bahwa data kependudukan masih amburadul. Lalu Ia juga mengkhawatirkan nantinya terjadi data ganda saat Pilwali berlangsung.

“Kita kan tahu yang menggunakan Suket masih sekian banyaknya. Kemungkinan di situ masih ada kesalahan. Jadi tidak menutup kemungkinan ada kesalahan dalam pembuatan data-data ganda saat Pilwali,” lanjutnya.

Politisi PKB ini menerangkan faktor ekonomi juga akan berdampak bila melihat perubahan nama jalan di beberapa ruas. Sebab perubahan nama jalan dianggap menguntungkan pengembang besar saja. Lantaran nama-nama jalan yang berubah terdapat banyak pengembang besar.

“Dengan mereka dibuatkan jalan dan menggunakan nama besar pahlawan akan membuat added value dari tanah tersebut akan naik berlipat ganda,” terangnya.

Di sisi lain, Zaini selaku Camat Wiyung menganini banyaknya warga yang belum mendapat KTP,. Lantaran masih banyak warga yang belum mendapat KTP akibat kosongnya blanko. Lanjutnya Ia mengungkapkan perubahan nama jalan yang dianggap politis bukan ranahnya. Namun Ia tetap menerima usulan perubahan nama jalan. Ia juga mengatakan sampai sekarang belum ada yang protes terkait perubahan nama Jalan Menganti Menjadi Komjend Pol. M. Jasin.

“Kami menerima perubahan nama jalan. Kalau sisi politis bukan ranah kami. Setau saya sih belum ada protes juga dari warga, cuma yang tanya-tanya ada,” ujarnya digedung DPRD Surabaya.

(and)

LEAVE A REPLY