Banyak Masyarakat Tidak Tahu Kalau Iuran BPJS Naik 100%

0
183

Jakarta Nawacita – Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Tak tanggung-tanggung, kenaikan direncanakan 100 persen dari tagihan sebelumnya.

Peserta BPJS Kesehatan, Aji, menilai rencana itu baik selama dibarengi dengan perbaikan pelayanan yang diterima pasien.

“Kalau naik tapi pelayanannya tetap kayak gitu atau meningkat sih gak apa-apa,” ujar Aji, saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (30/8).

Dia pernah menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan untuk biaya pengobatan orangtuanya. Saat menggunakan BPJS, Aji beruntung tidak mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga : Sri Mulyani Usul Iuran BPJS Dinaikkan 2 Kali Lipat

“Dulu saya pakai, terus dari puskesmas dapat rujukan ke RSCM. Waktu itu sih gak bayar apa-apa. Tapi pernah sekali adik saya sakit maag, ada bayar buat peralatan kayak sarung tangan gitu, tapi karena masih terjangkau ya sudah lah gak apa-apa. Waktu itu sih orangnya baik-baik,” katanya.

Rupanya hal berbeda dirasakan Darmanto. Menurutnya kenaikan iuran BPJS Kesehatan sangat memberatkan.

“Iya saya dengar kabarnya. Menurut saya besar banget ya sampai 2 kali lipat, drastis aja gitu rasanya. Wajar aja sih naik, tapi kalau bisa gak usah segitu,” ucapnya.

Baca Juga : Sri Mulyani Soal BPJS: Saya Bukan Menteri Keuangan Kesehatan

Saidi, warga Ciputat pemegang BPJS Kesehatan ini justru tak pernah tahu soal iuran yang harus dia keluarkan selama ini. Meski demikian, dia berharap rencana menaikkan iuran BPJS perlu disosialisasikan lebih intensif supaya masyarakat tidak keliru.

“Saya punya BPJS, sih. Tapi gak pernah pakai, buat doang dulu. Saya juga gak tahu itu iuran-iuran, gak ngerti. Ini mungkin saya aja yang gak ngerti, tapi menurut saya memang butuh disosialisasiin lagi, biar merata tahu semua orang-orang,” katanya

lnt

LEAVE A REPLY