Catatan Sejarah 6 Juli: Beroperasinya Bandar Udara Kemayoran Hingga Perang Saudara Nigeria

0
352
Beroperasinya Bandar Udara Kemayoran
Beroperasinya Bandar Udara Kemayoran

SURABAYA, Nawacita – PERISTIWA penting dan bersejarah terjadi pada 6 Juli. Sebut saja perang saudara di Nigeria dan mulai beroperasinya Bandar Udara Kemayoran.

Selain peristiwa-peristiwa itu, masih ada sejumlah momen bersejarah lainnya. Berikut ini kami paparkan, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Sabtu (6/7/2019).

 

1. Perang Saudara Nigeria

Perang Saudara Nigeria, juga disebut sebagai Perang Biafra, terjadi pada 6 Juli 1967 – 13 Januari 1970. Itu adalah konflik politik yang terjadi antara Nigeria dan Biafra yang diakibatkan oleh usaha pemisahan provinsi Nigeria di tenggara sebagai Republik Biafra yang merdeka.

Pemerintah Nigeria dapat memenangkan perang ini. Odumegwu Ojukwu melarikan diri ke Pantai Gading dengan pesawat.

2. Bandar Udara Kemayoran Mulai Beroperasi

Bandar Udara Kemayoran merupakan bandar udara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional. Landasan bandar udara ini dibangun pada tahun 1934 dan secara resmi dibuka pada tanggal 8 Juli 1940.

Namun sebenarnya mulai tanggal 6 Juli 1940 tercatat bandar udara ini sudah beroperasi dimulai dengan pesawat pertama yang mendarat jenis DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia Belanda, KNILM (Koningkelije Nederlands Indische Luchtvaart Maatschapij) yang diterbangkan dari Lapangan Terbang Tjililitan. Tercatat pesawat ini beroperasi di Kemayoran sampai akhir beroperasi.

Bandar udara yang dahulu terkenal dengan nama Kemajoran ini perlahan mulai berhenti beroperasi pada tanggal 1 Januari 1983 dan resmi berhenti beroperasi pada tanggal 31 Maret 1985 dengan dimulainya pemindahan aktivitas penerbangan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang baru saja diresmikan.

Bandar udara ini memiliki dua landasan pacu yang bersilangan, yakni landasan pacu utara-selatan (17-35) dengan ukuran 2.475 x 45 meter dan landasan pacu barat-timur (08-26) dengan ukuran 1.850 x 30 meter.

Baca Juga: Catat Sejarah Baru, Pasukan Perdamaian RI di Kongo

3. Ahli Militer Saafroedin Bahar Berpulang

Brigjen TNI (Purn.) Dr. Safroedin Bahar (lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat, 10 Agustus 1937 dan meninggal di Jakarta, 6 Juli 2018 pada umur 80 tahun. Ia adalah seorang intelektual TNI. Ia dikenal sebagai ilmuwan sosial dan politik, pengajar, budayawan dan politisi.

Saafroedin pernah mengemban tugas sebagai Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Politik, Anggota Fraksi ABRI di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), dan Asisten Menteri Sekretaris Negara Bidang Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Saafroedin Bahar juga pernah beraktivitas sebagai Komisioner Komnas HAM Bidang Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat, serta menjadi Dosen Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selain itu dia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan Minangkabau.

oknws.

LEAVE A REPLY