Catatan Sejarah 5 Juli: Dekret Presiden Hingga Berdirinya BNI

0
503
Dekret Presiden 5 Juli 1959.
Dekret Presiden 5 Juli 1959.

SURABAYA, NawacitaPERISTIWA penting dan bersejarah terjadi pada 5 Juli. Sebut saja pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) dan peristiwa dikeluarkannya Dekret Presiden pada 1959 silam.

Selain peristiwa itu, masih ada sejumlah momen bersejarah lainnya. Berikut ini kami paparkan, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Jumat (5/7/2019):

1. Pendirian BNI

Bank Negara Indonesia atau BNI adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. BNI adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia. Bank ini didirikan pada 5 Juli tahun 1946.

Saat ini BNI mempunyai 1.076 kantor cabang di Indonesia dan 5 di luar negeri. BNI juga mempunyai unit perbankan syariah. Namun, sejak 2010 telah memisahkan diri menjadi unit yang dinamakan BNI Syariah.

Baca Juga: Catatan Sejarah 4 Juli: Peristiwa Perang Salib Hingga Soekarno Mendirikan PNI

2. Dekret Presiden 5 Juli 1959

Dekret Presiden 5 Juli 1959 adalah keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno pada 5 Juli 1959. Isi dekret ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan penggantian Undang-Undang Dasar dari UUD Sementara 1950 ke UUD ’45.

Gagalnya konstituante melaksanakan tugasnya dan rentetan peristiwa politik dan keamanan yang mengguncangkan persatuan dan kesatuan bangsa mencapai klimaksnya pada Juni 1959. Akhirnya demi keselamatan negara berdasarkan staatsnoodrecht (hukum keadaan bahaya bagi negara), pada 5 Juli 1959 pukul 17.00, Presiden Soekarno mengeluarkan dekret yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka.

Baca Juga: Operasi Militer Rahasia Paling Terkenal Dalam Sejarah Dunia

3. Pemilu 2004 Putaran I

Pemilu putaran pertama diselenggarakan pada 5 Juli 2004 dan diikuti 5 pasangan calon. Berdasarkan hasil pemilihan umum yang diumumkan pada 26 Juli 2004, dari 153.320.544 orang pemilih terdaftar, 122.293.844 orang (79,76%) menggunakan hak pilihnya. Dari total jumlah suara, 119.656.868 suara (97,84%) dinyatakan sah, dengan rincian sebagai berikut:

Wiranto – Salahuddin Wahid (22,15%), Megawati Soekarnoputri – Hasyim Muzadi (26,61%), Amien Rais – Siswono Yudohusodo (14,66%), SBY-JK (33,57%), Hamzah Haz – Agum Gumelar (3,01%).

Karena tidak ada satu pasangan yang memperoleh suara lebih dari 50%, pada 20 September 2004 diselenggarakan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh 2 pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua, yakni SBY-JK dan Mega – Hasyim. Hasilnya, SBY-JK menjadi pemenangnya dengan raihan suara 60,62%. Sedangkan Mega – Hasyim meraih suara 39,38%.

oknws.

LEAVE A REPLY