Ricuh Eksekusi di Sukabumi, Pengacara Pertanyakan Nilai Lelang

0
371
Proses eksekusi rumah di Sukabumi.
Proses eksekusi rumah di Sukabumi.

Sukabumi,Nawacita – Kericuhan terjadi saat proses eksekusi tiga unit rumah di Kampung Tipar, Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Pemilik rumah melawan proses eksekusi yang dilakukan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi.

Pengacara pemilik rumah, Amirudin Rahman, menilai proses eksekusi oleh pihak pengadilan terlalu cepat. Pihaknya menganggap appraisal yang dilakukan pihak bank terlalu murah. Sebab itu pemilik rumah kembali memproses gugatan.

“Kita akui ini urusannya utang piutang antara klien saya dengan Bank Danamon, persoalannya baru muncul ketika klien kami macet bayar kemudian pihak bank melakukan proses lelang. Taksiran rumah ini seharusnya Rp 2 miliar ternyata hasil proses (lelang) hanya Rp 650 juta,” kata Rudi Amirudin Rahman didampingi rekannya, Reni Setiawati, di lokasi eksekusi, Kamis (10/1/2019).

Rudi menegaskan pihaknya menghormati proses hukum namun harus benar-benar berkeadilan. Pihaknya mengajukan gugatan atas nilai appraisal tersebut, namun pengadilan cenderung terburu-buru mengeksekusi.

“Kita pahami putusan kasasi itu tidak akan menghalangi eksekusi, tapi pengadilan yang bergerak atas nama keadilan harus menghormati proses hukum itu sedang berjalan. Proses eksekusi ini tidak berperikemanusiaan menurut saya, kita akan mencari langkah-langkah untuk mencari keadilan,” tuturnya.

Dia menyebut luas tanah lebih dari 1.700 meter persegi di wilayah perkotaan dengan tiga bangunan rumah, nilainya dipastikan bisa mencapai Rp 2 miliar. “Harga pasaran tanah di tempat ini saja sudah Rp 900 ribu per meter,” ucap Rudi.

Sementara itu, Yeni Iriyani, kuasa hukum Entat Sutatiah selaku pemenang lelang yang memohon proses eksekusi, menilai keputusan perkara ini sudah inkrah di pengadilan. Selain itu, sertifikat bangunan dan tanah di lokasi yang dieksekusi sudah atas nama kliennya.

“Eksekusi hari ini berdasarkan permohonan klien kami karena keputusannya sudah inkrah. Kebetulan klien kami ini pemenang lelang. Jadi beliau itu bukan beli dari pemilik rumah, tapi resmi lewat negara sudah sesuai dengan prosedur dan sah secara hukum,” ucap Yeni.

Soal gugatan dilakukan pihak pemilik rumah sebelumnya, Yeni mempersilahkan. Sebab, kata dia, kliennya telah mengikuti proses peradilan hingga tingkat MA. “Sudah sah, kalau mereka gugat buat apa, ini sudah inkrah. Sudah tidak ada upaya hukum lagi. Kita adalah pemenang lelang dan harus dilindungi oleh negara,” kata Yeni.

Eksekusi rumah di Kampung Tipar, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi milik atas nama Cecep Mahyudin berlangsung ricuh. Keluarga pemilik rumah menolak eksekusi, dua orang penghuni rumah pingsan saat proses itu berlangsung. Meski ada perlawanan, proses eksekusi dan evakuasi barang tetap dilakukan pihak Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi.

Pihak keluarga melawan karena menilai harga lelang tidak sebanding dengan objek yang dijaminkan. Proses sidang terkait hal itu masih berjalan.

dtk

LEAVE A REPLY