Ekonomi RI Tumbuh 5,17%, IHSG Melemah ke 5.897

0
309
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Nawacita – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona merah. Pelemahan berlanjut di jeda siang ini di posisi 5.897,418 pasca rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 di angka 5,17%.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada pada level Rp 14.969.

Pada perdagangan pre opening, IHSG dibuka melemah 11,049 poin ke 5.895,243. Indeks LQ45 juga berkurang 2,753 poin (0,29%) ke 938,837.

Membuka perdagangan, Senin (5/11/2018), IHSG kian melemah. IHSG berkurang 12,804 poin (0,28%) ke 5.891,143. Indeks LQ45 turun 4,521 poin (0,48%) ke 936,982.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG bergerak naik dengan penguatan 2,278 poin (0,02%) ke 5.908,007. Indeks LQ45 turun 1,965 poin (0,21%) ke 939,766. .

Jeda perdagangan saham siang ini IHSG bergerak negatif. IHSG melemah 8,874 poin (0,15%) ke 5.897,418. Indeks LQ45 melemah 2,732 poin (0,29%) ke 938,858.

Sementara itu indeks utama bursa Wall St ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan akhir pekan kemarin (02/11). Indeks Dow Jones turun 0,43%, S&P melemah 0,63% dan Nasdaq tertekan 1,04%.

Penurunan terjadi seiring antisipasi pelaku pasar atas pernyataan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow yang menyatakan belum adanya susunan rencana tarif impor antar AS dan China, di mana hal ini sedikit berbeda dengan pernyataan yang optimis pada hari sebelumnya.

Selain itu, rilisnya data pekerjaan serta upah tenaga kerja AS bulan Oktober yang mencatatkan kenaikan mengindikasikan adanya pengetatan pasar tenaga kerja yang berpotensi mendorong kebijakan Federal Reserve untuk mengambil langkah pengurangan stimulus melalui kenaikan suku bunga The Fed di bulan depan.

Adapun hal ini juga direspon dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang juga turut menjadi sentimen negatif indeks.

Sementara itu dari pasar komoditas minyak mentah mengalami koreksi. Hal tersebut dikarenakan persetujuan AS atas delapan negara yang memutuskan tetap akan melakukan impor minyak Iran setelah AS memberlakukan sanksinya.

Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak negatif siang ini. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 turun 307,580 (1,38%) ke 21.937,080
  • Indeks Hang Seng turun 588,519 poin (2,22%) ke 25.897,830
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 24,050 (0,90%) ke 2.652,580
  • Indeks Strait Times berkurang 53,480 poin (1,72%) ke 3.062,400

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.075 ke Rp 79.150, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 475 ke Rp 6.675, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 400 ke Rp 5.600, dan Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 43.075.

Sementara indeks saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 625 ke Rp 23.875, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 600 ke Rp 11.100, Hotel Sahid Jaya (SHID) turun Rp 330 ke Rp 3.070, dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) turun Rp 325 ke Rp 9.525.

dtrk

LEAVE A REPLY