Syarief Sebut Demokrat Tetap Mau AHY Jadi Cawapres

0
678
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan

JAKARTA, Nawacita — Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan menegaskan, partainya tetap menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam koalisi Gerindra, PKS dan PAN. Syarif mengatakan, jika AHY tak dipilih sebagai cawapres, bukan tidak mungkin Demokrat akan meninggalkan koalisi.

“Kita maunya AHY sebagai cawapres.  Karena memang elektabilitasnya dia paling tinggi sebagai cawapres. Kalau elektabilitiasnya tinggi votersnya banyak. Pendukungnya banyak,” ungkap Syarif saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (15/7).

Syarif melanjutkan, AHY merupakan sosok yang dapat menggaet massa, terutama massa millennial. Namun, dia menekankan, para pendukung Demokrat saat ini, memang merupakan pendukung AHY. “Ya tentunya hampir semua pendukungnya memang millenial. Mayoritas ini pendukung memang mendukung AHY,” ujarnya.

Dia menyebut saat ini pihaknya masih terus intensif berkomunikasi dengan dua partai yang akan berkoalisi, yakni Partai Gerindra dan PAN. Menurutnya, kedua partai tersebut memang mengharapkan Demokrat untuk bergabung bersama ke dalam koalisi.

Bila cawapres dari koalisi partai-partai tersebut belum ditentukan, kata dia, maka pihaknya juga akan duduk bersama dengan partai-partai tersebut. Namun, sebaliknya, bila dari koalisi partai tersebut telah menemukan satu nama cawapres, maka dia tak menutup kemungkinan akan meninggalkan koalisi Gerindra, PKS, dan PAN.

“Ya, kami berterima kasih atas undangan untuk bergabung dengan koalisi itu. Namun Kami juga sedang mengevaluasi. Kan pertanyaannya kembali cawapresnya siapa di sana? Kalau cawapresnya sudah ditentukan, agak susah kita ke sana,” jelasnya.

Oleh sebab itu, dia pun berharap agenda pertemuan antara Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan dilaksanakan pekan ini, akan membuahkan kesepakatan yang baik untuk masing-masing partai.

“Kita lihat aja nanti. Sekarang ya masih belum tahu. Tapi ya diharapkan bisa mencapai kesepakatan yang bagus. Kita nggak tahu apa itu, pembicaraan kita nanti mengarah kemana. Tentunya kita akan memilih, koalisi mana yang akan kita pilih. Kalau kita chemistrynya dan visinya sama, ya tentu tidak menutup kemungkinan kita bisa bareng,” ucapnya.

repblk

LEAVE A REPLY