Demokrat: Bimbang Dukung Jokowi atau Prabowo

0
351

Jakarta, Nawacita –Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto mengungkapkan bahwa partainya tengah mengalami perpecahan terkait perbedaan dukungan bagi calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2019 mendatang.

“Ya kalau sekarang ini kan tentunya ada yang berbeda, tapi semuanya kan tentu masih dibicarakan. Perbedaan itu tentunya tidak boleh disampaikan di media akhirnya kan menjadi titik kelemahan kita,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Senin (16/7).
Agus mengatakan bahwa terdapat dua kubu di internal partai belambang Bintang Mercy tersebut yang saling mengarahkan dukungan partai untuk bergabung ke arah poros Presiden Jokowi maupun poros Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
“Ada perbedaan pandangan di Demokrat, ada yang dukung Jokowi dan Prabowo,” ungkapnya.
Agus menegaskan bahwa perbedaan pendapat di internal Demokrat dinilai wajar dikarenakan partainya belum memiliki keputusan resmi terkait dukungannya terhadap capres tertentu.
Oleh sebab itu, ia berharap nantinya para kader-kader Demokrat harus mengikuti keputusan resmi partai jika partai telah memutuskan untuk mendukung calon tertentu di Pilpres 2019 mendatang.
“Kita sudah mempunyai aturan bahwa kita harus mengikuti fatsun yg ada di dalam parpol. Mana kala parpol sudah memutuskan, itu lah yg harus diikuti,” ujarnya.
Senada dengan Agus, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan turut mengamini adanya perpecahan terkait dukungan capres di Pilpres 2019.
Meski demikian, ia mengatakan perbedaan pendapat tersebut bertujuan untuk mencari capres yang terbaik dan sesuai dengan tujuan Partai Demokrat.
“Kalau ga ada perbedaan ya ga perlu rapat, dalam rapat itu ada opsi-opsi, apa yang cocok chemistrynya dengan Demokrat itu yang kita ambil,” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa saat ini partainya masih berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk menemukan mitra koalisi yang sesuai. Ia berjanji bahwa dalam waktu dekat Demokrat akan menentukan sikap terkait capres yang bakal diusungnya di Pilpres 2019 mendatang.
“Tentu kan ini koalisi kita jalan terus, jadi pada ditentukan diakhir gapapa, yang penting komunikasi berjalan terus, kami punya prinsip bahwa pada saatnya nanti tak ada istilahnya ketinggalan” pungkasnya.
cnn

LEAVE A REPLY