Polisi Tindak Lanjuti puisi kontroversial Sukmawati

0
291
Putri Presiden RI Pertama, Sukmawati Soekarno Putri
Putri Presiden RI Pertama, Sukmawati Soekarno Putri

Jakarta, Nawacita –  Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengaku telah menindak lanjuti laporan terkait puisi kontroversial Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai kontroversial oleh sejumlah elemen masyarakat.

Penyidik, kata Setyo, akan melihat seluruh unsur yang ada dalam perkembangannya nanti, termasuk aspek yang berkaitan dengan pengadilan.

“Tindak lanjut ada beberapa hal yaitu kita lihat perkembangan. Apa ini bisa masuk dalam proses restorative justice, istilah kita, dari beberapa pihak yang bisa diselesaikan perkaranya tanpa masuk pengadilan. Tapi kalau memang harus di pengadilan, kita proses sesuai aturan yang berlaku,” tutur Setyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).

Menurut Setyo, sejauh ini baru dua saja laporan yang masuk ke polisi perihal laporan Sukmawati tersebut. Penyidik kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan pihak terkait.

“Semua yang terkait, termasuk ahli bahasa. Semualah,” jelas dia.

Soal unsur pidana, Setyo belum bisa membeberkan keterangan lebih banyak. Tentunya proses dan tahapan penyelidikan akan dilalui terlebih dahulu. Termasuk mengagendakan pengambilan keterangan dari pihak pelapor.

“Ya nanti makanya diselidiki dulu. Kalau memenuhi unsur (pidana), baru meningkat jadi proses selanjutnya,” Setyo menandaskan.

Puisi ‘Ibu Indonesia’

Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisinya dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 29 Maret 2018. Puisi itu pun langsung memicu polemik karena menyinggung soal azan dan cadar.

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus wujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah Ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azanmu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat-ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

liputan6.com

LEAVE A REPLY